Aprilia Menggila di MotoGP 2026, Ducati Tertinggal Jauh, Davide Tardozzi Akui Keunggulan Rival

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 12:19 WIB
Aprilia Racing tampil dominan di awal MotoGP 2026 lewat Marco Bezzecchi. (MotoGP)
Aprilia Racing tampil dominan di awal MotoGP 2026 lewat Marco Bezzecchi. (MotoGP)

RADARBANYUWANGI.ID - Dominasi MotoGP musim 2026 memasuki babak baru setelah Aprilia Racing tampil impresif dalam tiga seri pembuka. Tim asal Noale, Italia, itu sukses menggusur dominasi lama Ducati Lenovo yang sebelumnya nyaris tak tersentuh di puncak klasemen.

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui keunggulan rivalnya. Ia menyebut Aprilia mengalami peningkatan performa yang sangat signifikan dibandingkan dengan musim sebelumnya.

“Aprilia meningkat sangat pesat. Jika dibandingkan data tahun lalu dengan tahun ini, mereka berkembang tujuh atau delapan persepuluh detik, sementara kami hanya satu atau dua,” ujar Tardozzi.

Performa gemilang Aprilia tidak lepas dari peran Marco Bezzecchi yang tampil sebagai ujung tombak. Pembalap didikan "padepokan" Valentino Rossi itu menyapu bersih kemenangan di MotoGP Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat. Konsistensi ini menempatkan Aprilia sebagai kekuatan baru yang sulit dibendung.

Sebaliknya, duet andalan Ducati, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, justru belum menemukan performa terbaik. Keduanya bahkan belum pernah naik podium pada balapan utama sepanjang musim ini.

Situasi ini membuat Ducati tertinggal dalam hal pengembangan motor. Tardozzi menilai motor RS-GP milik Aprilia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan Desmosedici GP26 milik Ducati.

“Itu peningkatan yang luar biasa. Mereka punya pembalap kuat seperti kami, tetapi kami harus segera mengejar,” tambahnya.

Meski berada dalam tekanan, Ducati menegaskan tidak akan panik. Fokus kini diarahkan pada evaluasi teknis jelang seri berikutnya di Jerez, Spanyol.

“Kami berharap sesuatu dari para insinyur. Saya yakin Gigi adalah yang pertama tidak puas dengan situasi ini. Kami harus bekerja keras dan berharap bisa membawa sesuatu ke Jerez,” kata Tardozzi.

Kritik terhadap performa Ducati juga datang dari pengamat MotoGP, Carlo Pernat. Ia menyoroti menurunnya performa tim Italia tersebut dan mendesak perbaikan segera, terutama pada motor.

Menurut Pernat, kondisi fisik Marquez turut memengaruhi performa tim. Ia melihat pembalap asal Spanyol itu belum sepenuhnya fit.

“Masalah terbesar, bintangnya, Marc Marquez. Pembalap terkuat tetapi sangat jelas mengalami masalah fisik. Anda bisa melihatnya, dia memegangi bahu di grid,” ujarnya.

Selain itu, Pernat juga menilai motor Ducati saat ini sulit dikendarai. Ia meminta tim untuk memberikan dukungan penuh kepada Marquez dan Fabio Di Giannantonio, yang sejauh ini menjadi pembalap Ducati paling kompetitif.

“Sekarang, Ducati harus bertaruh pada Marquez, berharap dia fit, dan (bertaruh dengan) Di Giannantonio. Tapi, di atas itu semua, mereka harus perbaiki motor ini,” tegas Pernat.

Sementara itu, Bagnaia turut mengakui keunggulan Aprilia, khususnya dalam pengelolaan ban yang dinilai lebih stabil meski melaju dengan kecepatan tinggi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
ducati davide tardozzi motogp aprilia