Enea Bastianini Bangkit di Austin, Finis Ketiga Sprint Race GP Amerika 2026 Jadi Titik Balik Musim Ini

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 30 Maret 2026 | 14:23 WIB
Enea Bastianini bangkit dengan finis ketiga di Sprint Race GP Amerika 2026 di Austin. (MotoGP)
Enea Bastianini bangkit dengan finis ketiga di Sprint Race GP Amerika 2026 di Austin. (MotoGP)

RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap asal Italia, Enea Bastianini, mencatatkan hasil impresif dengan finis di posisi ketiga pada sesi Sprint Race Grand Prix Amerika Serikat 2026 yang berlangsung di Austin, Texas, Amerika Serikat. Capaian ini menjadi angin segar bagi Bastianini setelah melalui dua seri pembuka musim yang sulit.

Dalam balapan yang berlangsung selama sepuluh putaran di Circuit of the Americas (COTA), Bastianini tampil konsisten dengan menjaga ritme dan menghindari berbagai insiden yang menimpa sejumlah pebalap lain. Dinamika balapan turut berubah setelah beberapa pembalap gagal finis serta adanya penalti yang dijatuhkan kepada Pedro Acosta, yang secara tidak langsung menguntungkan posisi Bastianini.

Hasil ini sekaligus menjadi titik balik moral bagi pebalap tim KTM tersebut. Sebelumnya, ia mengalami kesulitan besar pada seri di Brasil dan Thailand. Penyesuaian teknis yang dilakukan tim, khususnya pada sektor ban belakang, terbukti memberikan dampak signifikan terhadap performanya di Austin.

“Saya sangat senang bisa finis di podium; ini cukup tidak terduga setelah akhir pekan di Brasil dan Thailand! Di lintasan ini, kami menemukan kecepatan kembali,” ujar Bastianini.

Ia menambahkan bahwa penggunaan ban belakang dengan spesifikasi standar menjadi faktor penting yang membuatnya mampu bersaing di barisan depan. Meski mengakui adanya faktor keberuntungan akibat insiden dan penalti pebalap lain, Bastianini menegaskan bahwa hasil tersebut tetap merupakan buah kerja kerasnya sepanjang balapan.

“Kami tetap berada di depan berkat kerja tim dan konsistensi. Kami akan mencoba melakukan hal yang sama pada hari Minggu,” lanjutnya.

Sejak bergabung dengan KTM pada musim 2025, performa Bastianini memang belum sepenuhnya stabil. Perbedaan mencolok antara hasil di Brasil dan Austin menunjukkan masih adanya tantangan teknis yang perlu diselesaikan oleh tim.

Dalam pernyataannya, Bastianini juga berharap mendapat dukungan pengembangan yang lebih merata dari pabrikan, tidak hanya berfokus pada rekan setimnya.

“Saya berharap KTM juga bisa bekerja untuk saya di masa depan karena saya pikir kami tidak terpaut jauh di beberapa sirkuit,” tuturnya.

Menjelang balapan utama yang digelar Minggu malam, Bastianini dan timnya tetap optimistis untuk mempertahankan performa kompetitif demi meraih hasil maksimal kembali di Austin.

Pada balapan utama, Bastianini melanjutkan tren positif dengan finis di posisi keenam setelah memulai dari urutan ke-12. Ia sempat menghadapi kendala teknis pada awal lomba, termasuk kehilangan cengkeraman ban dan insiden kontak dengan pebalap lain yang memicu airbag pada baju balapnya mengembang.

Meski demikian, ia mampu bangkit dan menunjukkan kecepatan kompetitif hingga akhir balapan, termasuk terlibat dalam duel sengit dengan Marc Marquez.

“Ini hasil yang bagus, yang terbaik menurut saya sejak GP Catalunya. Awal balapan sangat rumit, tetapi kami berhasil bangkit,” kata Bastianini.

Ia juga mengungkapkan bahwa performanya di Austin mengembalikan rasa percaya diri yang sempat hilang.

“Di lintasan ini, saya kembali menjadi Bastianini. Ini pertama kalinya saya merasakan kepercayaan diri setinggi ini sejak Barcelona tahun lalu,” ujarnya.

Hasil di Austin menjadi modal penting bagi Bastianini menjelang rangkaian seri berikutnya di Eropa, sekaligus menegaskan potensinya untuk kembali bersaing di papan atas MotoGP musim ini.

Editor : Lugas Rumpakaadi
austin Enea Bastianini amerika motogp sprint race