RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Ducati, Marc Marquez kembali menjadi sorotan setelah insiden tabrakan dengan Fabio di Giannantonio pada Sprint Race MotoGP Amerika Serikat. Insiden tersebut membuat keduanya gagal finis, sekaligus berujung hukuman long lap penalty bagi Marquez untuk balapan utama hari Minggu (29/3/2026).
Memulai balapan dari posisi keenam, Marquez sempat tampil agresif bersama rekan setimnya Francesco Bagnaia serta Pedro Acosta dalam menyalip di Giannantonio di Tikungan 1. Namun, pembalap VR46 itu membalas dengan manuver tak terduga di Tikungan 7.
Ketegangan meningkat beberapa tikungan kemudian. Marquez mencoba masuk dari sisi dalam di akhir lintasan lurus belakang, tetapi kehilangan kendali saat melintasi kerb bagian dalam. Motornya kemudian menyenggol di Giannantonio hingga keduanya terjatuh.
Marquez tidak mencari pembenaran dan secara terbuka mengakui kesalahannya.
“Jelas hari ini saya membuat kesalahan besar, karena di Tikungan 12 saya tidak menghitung slipstream dari tiga motor di depan dengan baik,” ujar Marquez, dikutip Crash.
Ia menjelaskan momen kritis tersebut terjadi saat pengereman.
“Saat mulai mengerem, bagian belakang sempat tergelincir, lalu roda depan mengunci. Saya mencoba mencari cara keluar dari situasi itu, tapi tidak mungkin melebar,” katanya.
Upaya terakhir Marquez justru berujung fatal.
“Saya mencoba berbelok ke luar lintasan, tetapi saat mencapai apex ada perubahan kemiringan kecil dan saya kehilangan bagian depan. Sayangnya, pembalap lain ikut jatuh bersama saya,” ungkapnya.
Pembalap asal Spanyol itu juga menyatakan siap menerima konsekuensi.
“Saya tidak tahu hukumannya, tapi saya memang pantas mendapat penalti. Hari ini saya merusak Sprint Race pembalap lain, jadi saya setuju dengan keputusan apa pun,” ujarnya.
Marquez menegaskan insiden tersebut bukan bentuk balasan atas aksi salip di Giannantonio sebelumnya. Ia menyebut kondisi slipstream membuatnya kehilangan kontrol, bukan karena niat menyerang.
Di sisi lain, di Giannantonio memilih merespons dengan tenang. Ia tidak menunjukkan kemarahan berlebihan dan lebih menyoroti keberhasilan manuvernya sebelumnya.
“Saya hanya ingin fokus pada diri saya sendiri. Saya rasa saya melakukan manuver yang hebat. Tidak mudah menyalip di sana, apalagi pembalap kuat seperti Marc,” ujarnya.
Ketika ditanya soal hukuman untuk Marquez, di Giannantonio menyerahkan sepenuhnya kepada steward.
“Saya pembalap. Steward melakukan tugas mereka, dan saya menghormati keputusan mereka,” katanya.
Sebelumnya pada sesi kualifikasi, dua pembalap lain yakni Marco Bezzecchi dan Luca Marini juga menerima penalti turun dua posisi grid karena dianggap menghalangi Marquez.
Editor : Lugas Rumpakaadi