RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, menghadapi tantangan tambahan jelang balapan utama (Grand Prix) setelah dijatuhi hukuman Long Lap Penalty akibat insiden pada Sprint Race, Sabtu (28/3/2026).
Hukuman tersebut diberikan setelah Marquez dinilai sebagai penyebab kecelakaan yang melibatkan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team.
Insiden bermula ketika Di Giannantonio berhasil menyalip Marquez di Tikungan 7 dan 8. Tidak ingin kehilangan posisi, Marquez mencoba melakukan manuver balasan di Tikungan 12. Namun, upaya tersebut berujung pada kesalahan.
Marquez masuk terlalu dalam ke tikungan dan kehilangan kendali pada bagian depan motornya. Situasi itu membuat Di Giannantonio tidak memiliki ruang untuk menghindar, sehingga keduanya terlibat dalam kecelakaan.
Dalam pernyataan resmi, keputusan penalti diambil karena manuver tersebut dianggap berisiko tinggi dan menjadi penyebab utama insiden.
“Marquez masuk terlalu dalam, kehilangan bagian depan, dan membuat pembalap lain tidak memiliki ruang,” demikian penilaian steward, dikutip MotoGP.
Meski kedua pebalap sempat melanjutkan balapan, nasib mereka berbeda. Di Giannantonio harus mengakhiri Sprint lebih awal, sementara Marquez melanjutkan hingga finis di posisi ke-17.
Untuk balapan Grand Prix hari Minggu (29/3/2026), Marquez akan start dari posisi keenam. Namun, Long Lap Penalty yang harus dijalani menjadi hambatan besar dalam upayanya mengejar posisi depan.
Hukuman ini mengharuskan Marquez keluar dari racing line utama dan melewati jalur khusus yang lebih panjang, yang berpotensi membuatnya kehilangan waktu krusial.
Situasi ini menambah kompleksitas strategi Marquez, terutama jika ia ingin menambah koleksi kemenangan di Circuit of the Americas (COTA), trek yang selama ini menjadi salah satu favoritnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : MotoGP