RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap Ducati, Marc Marquez mengalami insiden keras pada awal akhir pekan MotoGP Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA), Jumat (27/3/2026).
Kesalahan pada kecepatan tinggi mencapai 190 kilometer per jam, membuatnya terlempar ke area gravel dan menghantam pembatas lintasan hanya pada lap keempat sesi.
Juara dunia bertahan itu secara terbuka mengakui kekeliruannya. Ia menyebut insiden tersebut dipicu oleh rasa percaya diri berlebih di lintasan yang dikenal memiliki karakter permukaan berubah-ubah setiap tahunnya.
“Bukan cara terbaik untuk memulai. Saya membuat kesalahan besar pagi ini. Saya terlalu percaya pada lintasan, motor, dan diri saya sendiri,” ujar Marquez, dikutip Crash.
Menurutnya, Sirkuit COTA memang menantang karena kondisi aspal yang kerap menghadirkan tonjolan baru. Hal itu menuntut pendekatan berbeda setiap musim.
“Austin adalah sirkuit yang sangat bagus, tetapi dari tahun ke tahun selalu ada bump baru. Tikungan 10 adalah salah satu favorit saya, saya biasanya berkendara otomatis. Tahun ini berbeda, Anda harus mengendarai dengan cara lain,” jelasnya.
Benturan keras tersebut menyebabkan rasa sakit di bagian leher dan punggung. Meski demikian, Márquez memastikan masih mampu melanjutkan sesi dengan bantuan fisioterapis. “Saya mengalami banyak rasa sakit di leher dan punggung. Saya masih bisa balapan, tapi sekarang waktunya bekerja dengan fisioterapis,” katanya.
Dengan tangan kiri yang dibalut perban, Marquez kembali ke lintasan pada 10 menit terakhir FP1 dan mencatat waktu tercepat keempat. Pada sesi latihan sore hari, kondisi lintasan licin menyebabkan sepuluh pebalap terjatuh, namun Márquez mampu menghindari insiden lanjutan dengan pendekatan lebih hati-hati.
Ia bahkan tampil kompetitif saat menggunakan ban medium bekas dan sempat bersaing memperebutkan posisi teratas dengan pebalap Ducati lainnya, Fabio di Giannantonio. Pada akhirnya, Marquez keluar sebagai yang tercepat, sementara Ai Ogura mengejutkan dengan merebut posisi kedua.
“Kecelakaan besar di pagi hari membuat saya sangat tenang di sore hari. Saya melihat banyak bendera kuning, lintasan licin, ban depan banyak tergelincir. Tapi perlahan saya menemukan kembali feeling normal,” ujar Marquez.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan suhu yang lebih dingin pada hari berikutnya dapat memengaruhi performa motor dan kondisi lintasan, sehingga strategi balapan perlu disesuaikan. Sementara itu, rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia, menutup sesi di posisi kedelapan dan memastikan lolos langsung ke kualifikasi kedua.
Editor : Lugas Rumpakaadi