RADARBANYUWANGI.ID - Seri Grand Prix Qatar dalam kalender MotoGP 2026 resmi ditunda hingga 8 November 2026. Keputusan ini diambil menyusul situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum stabil, sehingga aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama.
Penundaan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Federasi Balap Motor Internasional, promotor lokal, serta pemerintah Qatar. Seluruh pihak sepakat bahwa standar keamanan di Sirkuit Internasional Losail harus tetap dijaga demi keselamatan pembalap, tim, dan penonton.
CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan kalender balap.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kesejahteraan semua pihak yang terlibat dalam MotoGP. Kami berterima kasih kepada mitra di Portimao dan Valencia atas fleksibilitas mereka,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Perubahan jadwal di Qatar memicu penyesuaian pada seri-seri berikutnya demi menjaga integritas kompetisi dan kelancaran logistik tim.
Seri Portimao di Portugal kini dijadwalkan ulang menjadi 22 November 2026, sedangkan seri penutup di Valencia mundur ke 29 November 2026.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada mitra kami di Portimao dan Valencia atas kerja sama dan fleksibilitas mereka dalam membantu kami mewujudkan transisi yang lancar ke kalender yang direvisi,” imbuh Ezpeleta.
Presiden Federasi Motor dan Sepeda Motor Qatar, Abdulrahman bin Abdullatif Al Mannai, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut.
“Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada para penggemar, tim, dan mitra atas pengertian serta dukungan yang terus diberikan, dan kami sangat menantikan untuk menyambut kembali semua orang di Sirkuit Internasional Losail,” katanya.
Penyelenggara juga memastikan bahwa pemegang tiket Grand Prix Qatar tetap mendapatkan kemudahan. Mereka diberikan opsi untuk mengalihkan tiket ke jadwal baru pada November 2026.
Penundaan ini berpotensi mengubah dinamika persaingan musim 2026. Dengan bergesernya beberapa seri penting ke akhir musim, strategi tim dan manajemen fisik pembalap akan menjadi faktor krusial dalam perebutan gelar juara dunia.
Editor : Lugas Rumpakaadi