InJourney Menerbangkan Banyuwangi

Samsudin Adlawi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:19 WIB
Oleh: Samsudin Adlawi*
Oleh: Samsudin Adlawi*

INJOURNEY datang. Angin surga pun berembus kencang. Sejuta bunga harapan bermekaran. Berharap InJourney mengeluarkan kesaktiannya: memajukan pariwisata Banyuwangi. Tepatnya, membuat dunia pariwisata Bumi Blambangan lebih maju. 

Semua tahu. Hakikatnya pariwisata kota The Sunrise of Java sudah maju. Setidaknya hingga detik ini. Bisa dilihat dan dirasakan. Juga bisa dibaca data dan faktanya. Bahwa angka kunjungan wisata ke Kota Gandrung terus mengalami peningkatan. Dari tahun ke tahun. Grafiknya terus bergerak naik.

Dan, itu berkat kerja keras Banyuwangi sendiri. Buah kerja holopiskuntul baris pejabat dan rakyatnya. Kalau pun ada uluran tangan dari pemerintah pusat, tak banyak. Tidak signifikan nilainya. Hanya secuil kuku hitam. Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI), menjadi contoh konkret. Ajang balap sepeda internasional itu digelar secara mandiri oleh Banyuwangi. Tanpa sokongan dana dari pemerintah pusat. Seperti halnya Tour de Singkarak, yang diguyur puluhan miliar oleh pemerintah pusat.

Masih banyak contoh yang lain. Pariwisata Banyuwangi seperti saat ini, sekali lagi, berkat Tandang Bareng para pihak. Mulai pemerintah, pelaku wisata, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pordarwis). Yang terakhir itu punya andil besar. Dalam membangun, menjaga, dan mengembangkan destinasi yang dikelolanya.

Bila akhirnya InJourney datang menawarkan bantuan, itu patut disyukuri. Tapi tidak perlu juga berlebihan. Apalagi memperlakukannya seperti Dewa yang turun dari kayangan. Membagikan rahmatnya kepada masyarakat pariwisata Banyuwangi.

Terima sewajarnya. Jangan berlebihan. Terlalu tinggi berekspektasi. Kan belum ketahuan programnya. Apalagi kerjanya. Jangan-jangan masih lebih gigih dan tangguh kita. Yang sudah terbukti membangun pariwisata dengan cara dan kemampuan sendiri!

Tapi, apresiasi tetap harus diberikan. Ada kemauan untuk membantu harus dihormati. Bila perlu topi kita angkat setinggi-tingginya. Selanjutnya, kita lihat apa yang akan diperbuat. Tentu, hasilnya tidak bisa dilihat dalam waktu dekat. Butuh proses. Kecuali PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) itu titisan Bandung Bondowoso. Yang membangun 999 candi dalam semalam. Atas permintaan Roro Jonggrang. Yang kemudian dikutuk menjadi arca. Sebagai candi keseribu. Menggenapi 1000 candi seperti yang dimintanya. 

Dalam Perjalanan

Konon, InJourney itu kependekan. Lengkapanya Indonesia Journey. Bila ditulis dalam bahasa Inggris yang benar menjadi in journey. Yang berarti dalam perjalanan. PT Aviasi Pariwisata Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Merupakan holding (induk perusahaan) strategis sekaligus orchestrator (penggerak utama) di sektor aviasi dan pariwisata Indonesia.

Memperhatikan profilnya, tak ada salahnya menggantung harapan besar kepada InJourney. Apalagi, InJourney menunjukkan ketertarikannya kepada Banyuwangi. Itu menjadi modal berharga dalam berkolaborasi mengembangkan Banyuwangi sebagai destinasi berkelas internasional. Melalui penguatan event, promosi, hingga konektivitas penerbangan. Tiga aspek yang menjadi kunci utama pengembangan pariwisata.

Sangat mudah bagi InJourney menghubungkan dan mentransformasikan bandara, layanan penerbangan, hotel, destinasi wisata, dan bahkan sampai ritel demi memajukan pariwisata nasional. Sebab, tugasnya memang mencakup setidaknya lima lini. Yakni, mengelola operasional bandara di seluruh Indonesia lewat InJourney Airports. Sekaligus menyediakan layanan penunjang penerbangan, kargo, logistik, dan ground handling lewat InJourney Aviation Services (IAS).

Lalu ada InJourney Destination yang membidangi pengembangan dan pengelolaan berbagai kawasan serta destinasi wisata strategis. Dan, terakhir adalah InJourney Hospitality, yang mengelola berbagai jaringan hotel milik BUMN. Meski di Banyuwangi tidak ada hotel milik BUMN, setidaknya pengelolaan jaringan hotelnya bisa dikoneksikan ke hotel-hotel yang ada di Bumi Blambangan.

Keseriusan InJourney dan Banyuwangi menjalin kerja sama dibuktikan dengan pertemuan top leaders kedua belah pihak. Direktur Utama Injourney Maya Watono dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sudah beberapa kali bertemu. Baik di kantor InJourney di Jakarta maupun di Banyuwangi. Belum lagi pertemuan-pertemuan lanjutan tim teknis kedua pihak. 

Kesengsem Banyuwangi

InJourney benar-benar kesengsem pada Banyuwangi. Sampai-sampai mencuat penilaian jujur, bahwa Banyuwangi punya modal lengkap sebagai destinasi kelas dunia. Mulai dari bentang alam, kekayaan budaya, kuliner, hingga kualitas event yang dikembangkan pemkab secara konsisten, selama ini.

Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa, ujar Maya Watono jujur. Ditambahkan, yang paling penting adalah tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi engine of future economic growth (penggerak pertumbuhan ekonomi masa depan), tegas Maya di sela-sela bertemu Bupati Ipuk di pendapa Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi (31/7/26).

Dia mengakui, kekuatan utama Banyuwangi terletak pada DNA pariwisatanya. Sangat otentik. Identitas budayanya masih terawat. Lalu dipadu dengan kekayaan alamnya. Semua potensi itu harus dipertahankan. Bahkan, ditingkatkan agar punya daya saing destinasi.

Tim InJourney dan pemkab Banyuwangi kini sedang suntuk merancang roadmap (peta jalan) strategis. Terutama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus mendorong pemerataan pergerakan wisatawan nusantara ke Banyuwangi.

Itu selaras dengan kerja keras Banyuwangi memajukan bandara internasional Banyuwangi. Terlebih setelah status bandara internasional kembali disandang lapangan terbang kebanggaan kita bersama.

Golnya kelak bisa dilihat dari adanya peningkatan pergerakan penumpang di bandara internasional Banyuwangi. Baik penerbangan domestik maupun internasional. Kapan itu terjadi. Dalam waktu setahun, dua tahun, atau berapa tahun lagi. Kita harus sabar menunggunya. Tergantung keberhasilan pihak InJourney lewat Angkasa Pura meningkatkan konektivitas penerbangan menuju Banyuwangi.

Bukti keseriusan InJourney ditunjukkan lewat langkah konkret dalam penanganan event. InJourney ingin terlibat langsung dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan Gandrung Sewu pada Oktober mendatang. Event ini memiliki potensi besar menjadi etalase budaya Indonesia di mata di dunia. Dengan pengemasan dan promosi yang lebih kuat, kami optimistis daya tariknya akan semakin besar,’’ ungkap Maya.

Wa ba’du. Makin penasaran ingin melihat dan merasakan secara langsung kerja-kerja InJourney. Paling tidak, kesaktiannya mengemas Gandrung Sewu menjadi pergelaran yang lebih rapi dan menyedot perhatian banyak wisatawan. Utamanya wisatawan mancanegara. Sabar. Santai saja. (Pekolom Banyuwangi) 

Editor : Ali Sodiqin
InJourney wisata man nahnu banyuwangi samsudin adlawi