DISCLAIMER: Catatan ini sangaja memakai Oseng. Bukan Osing atau Using. Pelafalan atau penulisan kata merujuk bunyi bahasanya, menurut saya, lebih nyaman. Siapa tahu, menggunakan ejaan fonetis menjadi jalan perubahan status dari subdialeg bahasa Jawa Baru, Oseng mendapat pengakuan sebagai bahasa.
*****
Tapi, tulisan ini tidak membahas Oseng sebagai bahasa. Melainkan suku asli Banyuwangi. Sebagai suku, Oseng sudah sangat populer. Seiring makin terkenalnya Banyuwangi. Desa adat Oseng di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, tak pernah sepi pengunjung. Wisatawan hilir mudik. Silih berganti datang. Menikmati dan menghayati suasana perkampungan Oseng itu.
Tak lama lagi, nama Oseng akan semakin melambung. Jika rencana besar yang digagas Ikawangi (Ikatan Keluarga Banyuwangi) Penajam Paser Utara (PPU) menjadi kenyataan. Yakni, pendirian perkampungan Oseng di area sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kabar gembira itu dibawa humas Ikawangi PPU Roni Andreanto. Dalam rapat di lounge kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Kamis (9/7/26). “Kami secepatnya akan meminta lahan kepada pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN),” kata Roni disambut gembiran Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Hartono dan Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri.
Baca Juga: Kampung Oseng di IKN Usung Arsitektur Bergaya Kerajaan Macan Putih
Roni bisa diandalkan. Jaringannya sangat luas. Khususnya jejaring Ikawangi seluruh Kalimantan. Lebih dari itu, ide mendirikan perkampungan Oseng di IKN bukan imajinasi dia. Ide itu, papar Roni, muncul saat dirinya menjadi bagian dari pembangunan Kampung Dayak di IKN. Kebetulan Roni terlibat aktif dalam proses pengusulannya. “Alhamdulillah, setelah enam bulan berjuang, insya Allah pendirian Kampung Dayak tidak lama lagi mendapat persetujuan dari otorita,” tuturnya.
Berdasar pengalaman dan rasa iri itu, Roni makin berani bermimpi. Kali ini mimpi yang ingin direalisasikan adalah sebuah Perkampungan Oseng di IKN. Konon, di sekitar IKN akan dibangun miniatur Nusantara/Indonesia. Yang sudah mendapat lampu hijau adalah Kampung Dayak. Jika terealisasi, Perkampungan Oseng akan tercatat sebagai yang kedua. Setelah Kampung Dayak.
Baca Juga: Kampung Oseng di IKN Ditarget Rampung 2028, Pemkab Banyuwangi Tunggu Kepastian Lahan
Dalam diskusi lebih dari dua jam bersama Roni, Kang Hasan Basri lebih banyak fokus ke bagaimana konsep Perkampungan Osen IKN kelak benar-benar menjadi etalase mini Bumi Blambangan. “Jadi, nanti jangan hanya mendirikan rumah Oseng dengan ornamen-ornamen khas suku Oseng. Tapi sekalian yang lengkap dengan budaya Oseng. Mulai tata cara kehidupan suku Oseng sampai ke kesenian dan ritual-ritual suku Oseng harus ada di sana,” tuturnya.
DKB, lanjut Kang Hasan, siapa mendukung rencana pembuatan Perkampungan Oseng di IKN. Bahkan, seluruh komponen dan rakyat Banyuwangi akan mendukungnya. Sebab. Perkampungan Oseng IKN bisa membuat Banyuwangi semakin terkenal. Apalagi, kalau lokasinya strategis. Berada tidak jauh dari kawasan IKN yang sangat luas. Konon, luasnya sekitar 80.000 hektare. Pengunjung IKN yang membeludak setiap akhir pekan pasti menyempatkan diri mampir.
Baca Juga: Disbudpar Banyuwangi Siap Kawal Kampung Oseng di IKN, Ditarget Jadi Ikon Budaya Sebelum 2028
Melihat andil orang Banyuwangi dalam kelancaran proses pembangunan IKN, pendirian Perkampungan Oseng sepertinya tidak akan ada kendala. Sebab, ada jejak karya orang Oseng di sana. Sekadar tahu, beberapa bulan menjelang pelaksanaan upacara 17 Agustus 2024 pertama di IKN, hujan turun setiap hari. Akibatnya, percepatan pembangunan sejumlah tower dan bangunan di IKN terhambat.
Singkat cerita, didatangkanlah seorang pawang hujan dari kota The Sunrise of Java: KRT Ilham Triyadi. Hampir dua bulan Romo Ilham bekerja. Mengondisikan cuaca di sekitar IKN. Memindah bibit-bibit hujan ke tempat lain. Pembangunan IKN pun lancar. Berkat jasa ‘Menteri Penerangan’ dari Banyuwangi.
Baca Juga: Kampung Oseng Disiapkan Hadir di IKN, Bawa Identitas Budaya Banyuwangi ke Jantung Nusantara
Wa ba’du. Jalinan ikatan batin antara IKN dan Banyuwangi menjadi oli. Pelumas akselerasi pendirian Perkampungan Oseng IKN. Sekarang, tinggal menjaga kekompakan antara tim Ikawangi di PPU dan tim khusus di Banyuwangi. Keduanya bekerja dan berjalan secara paralel. Tim di PPU mengurus pengajuan permohonan calon lokasi Perkampungan Oseng IKN kepada kepala OIKN Basuki Hadimuljono. Tim Banyuwangi menelusuri dan sekaligus mendesain contoh rumah Oseng lengkap dengan ornamen-ornamen keosengannya. Secara khusus, tim DKB menyiapkan semua data kebudayaan Oseng (ritual adat, kesenian, dan keseharian orang Oseng).
Bukan tidak mungkin, kelak, ketika Perkampungan Oseng IKN sudah berdiri, salah satu bangunannya menjadi kantor pusat Ikawangi. Itu masuk akal. Kantor pusat Ikawangi berada di Ibu Kota Nusantara. Klop! (Pekolom Banyuwangi)
Editor : Sigit Hariyadi