Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Polisi Tandang Bareng

Samsudin Adlawi • Rabu, 4 Februari 2026 | 06:30 WIB
Samsudin Adlawi, Pekolom Banyuwangi.
Samsudin Adlawi, Pekolom Banyuwangi.

MARATAN uhra. Mengingatkan sekali lagi. Tandang Bareng adalah tema Hari Jadi ke-254 Banyuwangi. Disiarkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. ”Dengan mengusung tema Tandang Bareng, kami mengajak seluruh masyarakat bareng-bareng membangun Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk dalam upacara resmi peringatan Harjaba. Hari Jadi ke-254 Banyuwangi. Pada 18 Desember 2025 lalu. Di halaman kantor pemkab Banyuwangi.

Setelah itu, sepi. Terdengar sayup-sayup. Tandang Bareng belum terasa sebagai sebuah gerakan masif. Masih sebatas slogan. Butuh effort untuk terus mendengungkannya. Intensitas kampanyenya perlu ditingkatkan. Sampai ke pelosok. Agar seluruh masyarakat merasa ikut memilikinya. Tak terkecuali para pihak yang punya ”kemampuan” untuk melakukan Tandang Bareng secara kontinu.

Harus diketahui, bahwa Tandang Bareng bukan hanya tugas pemerintah. Siapa pun dan di mana pun bisa mengeksplorasinya. Tentu saja, sesuai dengan latar belakang dan profesi serta bidang keahlian yang dimiliki. Seperti yang dilakukan Polresta Banyuwangi, misalnya.

Petugas Unit Lantas Polsek Kalibaru turun ke jalan. Bukan untuk operasi lalu lintas. Melainkan mendata jalan berlubang di wilayah kerjanya. Lalu memberinya tanda dengan cat semprot. Agar pengguna lalu lintas waspada. Supaya roda kendaraannya tidak terperosok di lubang jalan tak bertanda. Aksi simpati di jalan poros Banyuwangi – Jember itu dilakukan Senin (2/2/26).

”Dengan adanya tanda tersebut, diharapkan pengguna jalan dapat lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan atau memperlambat laju kendaraannya saat melewati jalan rusak atau berlubang,” kata Kanitlantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto, dilansir Jawa Pos Radar Banyuwangi (3/2/26).

Sebelumnya, personel Satlantas Polresta Banyuwangi turun jalan. Mereka menambal jalan berlubang sepanjang dua kilometer. Kegiatan mandiri itu merupakan langkah preventif. Punya dua tujuan sekaligus: meningkatkan keselamatan para pengguna jalan dan menekan potensi kecelakaan lalu lintas.

Polresta memprioritaskan ruas jalan yang sering dikeluhkan masyarakat. Salah satunya di Jalan Raya Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Menggunakan alat sederhana, personel Satlantas menyisir dan menambal sejumlah titik lubang jalan. Lubang itu selama ini kerap mengancam keselamatan pengendara kendaraan.

“Semoga kegiatan ini dapat membangun sinergi yang lebih kuat antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Juga meningkatkan peran aktif semua pihak dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan,” ujar Kanit Lantas Polsek Rogojampi Ipda Gatot Dwi Handoko kepada koran ini.

Kegiatan serupa juga digelar polsek jajaran se-Banyuwangi. Termasuk di pusat Kota Banyuwangi pada Selasa (3/2/2026).

Aksi nyata jajaran Polresta Banyuwangi itu bukan hanya patut diapresiasi. Melainkan juga dijadikan inspirasi. Apalagi, kegiatan sosial itu dilakukan secara mandiri. Dibiayai sendiri. Itu arti dari Tandang Bareng yang sesungguhnya. Pemkab Banyuwangi harus berterima kasih kepada Polresta Banyuwangi. Bupati Ipuk tak perlu sungkan mengucapkan terima kasih langsung kepada Kapolresta Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan. Tersebab sudah memberi praktik baik dalam menerjemahkan Tandang Bareng sesuai bidang keahlian yang dimilikinya.

Tandang Bareng dari para pihak lain sangat ditunggu. Tidak harus kegiatan yang wah. Aksi sederhana tapi bermakna sudah sangat cukup. Yang penting diniatkan untuk ikut membangun Bumi Blambangan tercinta. Pemkab, seperti sering disampaikan Bupati Ipuk, tidak bisa membangun kota The Sunrise of Java sendirian. Butuh partisipasi seluruh masyarakat. Butuh keterlibatan semua pihak. Tanpa kecuali. Tanpa memandang latar belakangnya. Tanpa memandang status sosialnya. Tanpa membedakan dari swasta atau abdi negara.

Semua harus guyub. Gotong royong. Bahu membahu. Itu yang dibutuhkan oleh pemkab. Apalagi, saat ini kondisi fiskal pemkab Banyuwangi sedang terguncang. Akibat pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) yang fantastis jumlahnya: Rp 665 miliar!

Pemkab sedang memeras otak. Bersama DPRD Banyuwangi, pemkab Kota Gandrung bekerja keras merevisi anggaran pembangunan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Mau tidak mau, harus ada program pembangunan yang harus ngalah. Ditunda pelaksanaannya. Bukan dihapus. Tentu, berdasar skala prioritas. Dari yang paling urgen sampai yang tidak mendesak. Jadi, tidak asal memasukkan ke dalam daftar proyek tunda.

Dalam posisi demikian, tentu sekali lagi, pemkab sangat senang bila para pihak bersama-sama mewujudkan Tandang Bareng menjadi gerakan nyata. Bukan ilusi. Yang indah hanya di slogan. Banyak aspek pembangunan yang bisa ditimbrungi oleh masyarakat. Contoh nyatanya adalah seperti yang dilakukan jajaran Polresta Banyuwangi. Mereka ikut melanjutkan pembangunan Banyuwangi sesuai lingkup kerjanya. Yakni, di bidang keselamatan kelalulintasan. C.q jalan raya.

Di bidang pembangunan lingkungan, contoh yang lain, para aktivis lingkungan bisa menggalang gerakan Tandang Bareng dalam pelestarian lingkungan. Khususnya gerakan reboisasi di lahan-lahan kritis. Sesuai hasil mitigasi yang sudah dilakukan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Banyuwangi. Mereka bisa melibatkan siswa, Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, dll. Dlsb.

Aksi masyarakat membantu menjaga lingkungan tempat tinggal juga merupakan wujud keterlibatan nyata Tandang Bareng. Terutama ketika mereka secara aktif dan masif menjaga kebersihan dan keamanan. Baik di sekitar tempat tinggalnya, maupun Banyuwangi secara umum.

Polresta Banyuwangi sudah memulai. Bagaimana dengan Anda. Kira-kira mau ber-Tandang Bareng apa? (Pekolom Banyuwangi)

Editor : Ali Sodiqin
#tandang bareng #man nahnu #samsudin adlawi