Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

7KAIH

Samsudin Adlawi • Rabu, 5 November 2025 - 13:15 WIB
Samsudin Adlawi, Pekolom Banyuwangi.
Samsudin Adlawi, Pekolom Banyuwangi.

JUDUL itu bukan kode penerbangan. Tapi singkatan. Terkait Pendidikan karakter. Kepanjangannya: Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

7KAIH merupakan terobosan kebijakan inovatif. Digagas oleh Prof Dr Abdul Mu’ti M.Ed. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Sekadar tahu, usai dilantik Mu’ti langsung tancap gas. Ia silaturahim ke sejumlah ormas lintas agama penyelenggara pendidikan. Menggelar konsolidasi nasional. Membahas persoalan pendidikan di Indonesia. Melibatkan lintas kementerian, dinas pendidikan, pemerintah daerah, dan penyelenggara pendidikan. Termasuk media diajaknya berdiskusi.

7KAIH merupakan fondasi. Mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Selaras dengan misi Asta Cita. Delapan misi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, yang nomor empat. Yakni, memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

SDM unggul harus punya delapan karakter utama bangsa: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat. Karakter tidak jatuh dari langit. Tapi (bisa) dibentuk. Lewat pembiasaan. Anak dibiasakan. Terus menerus. Dalam rentang waktu tidak sebentar. Hingga terinternalisasi dalam diri anak. Dan, akhirnya menjadi budaya.

Pun dengan 7KAIH. Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat harus menjadi kebiasaan anak Indonesia hebat. 7KAIH harus terlaksana berkelanjutan. Baik di rumah maupun di sekolah. Ujiannya dike-istiqamah-an. Panduan bagi orang tua, satuan pendidikan, masyarakat, dan media sangat dibutuhkan.

Tentang 7KAIH

Anak harus dibiasakan bangun pagi. Manfaatnya sangat besar. Bagi perkembangan anak. Secara fisik maupun mental. Pun karakter. Manfaat besar lainnya. Mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan. Menghargai waktu. Anak menjadi terbiasa dengan jadwal harian yang teratur. Aktivitasnya pun menjadi efisien. 

Anak punya waktu cukup untuk memulai aktivitas: olahraga ringan, sarapan sehat, ibadah dengan tenang. Otak bekerja lebih optimal di pagi hari. Fokus juga meningkat. Saat kecil dulu, saya merasa lebih cepat menyelesaikan tugas sekolah di pagi hari. Bagaimana dengan Anda.

Ibadah adalah fondasi. Sangat penting dalam membentuk karakter positif anak.  Mendekatkan anak pada Tuhan. Meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial. Lebih luas, ibadah meningkatkan pemahaman anak tentang tujuan hidup dan solidaritas. Menangkal egoisme.

Rumah merupakan tempat paling ideal penanaman nilai-nilai keagamaan. Orang tua adalah guru/kiai/ustad terbaik bagi anak. Sebab, setiap hari bisa memberi contoh langsung dan nyata. Tentang konsistensi beribadah. Ini tidak berlaku bagi keluarga yang malas beribadah!

Anak juga harus dibiasakan berolahraga. Sebab, olahraga menjadi bagian penting dari gaya hidup modern. Manfaatnya sangat banyak. Menjaga kesehatan fisik. Menjaga kebugaran tubuh. Mendukung kesehatan mental. Orang Latin bilang: mens sana in corpore sano.

Olahraga saja tidak cukup. Harus diimbangi makan sehat dan bergizi. Tubuh, apalagi dalam masa partumbuhan, butuh nutrisi. Untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna. Nutrisi didapat dari makan sehat dan bergizi. Menjaga kesehatan fisik merupakan investasi jangka panjang.

Kebiasaan hebat yang kelima adalah gemar belajar.  Anak Indonesia hebat harus maniak belajar. Itu sangat penting bagi perkembangan pribadi dan akademisnya. Manfaat lainnya untuk mengembangkan diri. Menumbuhkan kreativitas dan imajinasi. Menemukan kebenaran dan pengetahuan. Membentuk kerendahan hati. Juga memupuk rasa empati.

Anak hebat Indonesia tidak boleh asosial. Ia harus bermasyarakat.  Terlibat dalam kegiatan sosial. Budaya. Di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan begitu, akan tumbuh berkembang dari dirinya nilai gotong royong. Kerja sama. Saling menghormati. Toleransi. Keadilan. Kesetaraan. Dan, meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Anak hebat harus memiliki kebiasaan positif. Mampu memberi pengaruh baik pada lingkungannya.

Bekal tak kalah penting bagi anak hebat adalah tidur cepat. Ini kebiasaan penting. Mujarab untuk mendukung tumbuh kembang anak hebat Indonesia. Tidur cepat membuat anak mendapatkan waktu istirahat cukup. Untuk pemulihan energi. Memperkuat daya ingat. Meningkatkan konsentrasi. Fokus. Tidur cepat meningkatkan kualitas tidur. Bisa menjaga keseimbangan emosi. Meningkatkan kesehatan fisik. Dan, mendukung sistem kekebalan tubuh.

Ahlinya Ahli Pendidikan

Wa ba’du. Meski baru setahunan dijalankan, program 7KAIH sudah berdampak. Dampaknya tidak hanya dirasakan langsung oleh siswa, penyelenggara pendidikan, dan wali siswa. Melainkan kepada Pak Menteri juga. Ya. Kinerja Mu’ti dinilai paling baik di antara para Menteri Kabinet Merah Putih. Kemendikdasmen yang dipimpinnya idem ditto. Kinerjanya mendapat nilai terbaik dibanding kementerian yang lain. Penilaian kinerja itu dilakukan oleh tiga lembaga survei sekaligus: IndoStrategi, SPIN (Strategic and Political Insight Network), dan Muda Bicara.  

Serahkan urusan kepada ahlinya. Tepat sekali Presiden Prabwowo memilih Prof Abdul Mu’ti sebagai pemangku Kemendikdasmen. Ia ahlinya ahli pengembangan pendidikan. Punya rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan organisasi. Pernah menjadi dosen tetap di IAIN Walisongo Semarang (1993-2013). Pindah jadi dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2014).

Menangani  pendidikan dasar dan menengah bukan pekerjaan baru bagi Mu’ti. Sebab, ia pernah menjabat Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah (2005-2010). Selama lima tahun menjalankan amanahnya, Mu’ti berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. Ditambah pengalamannya yang pernah menjadi ketua Badan Standar Nasional Pendidikan dan Badan akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah, tak salah bila kita menggantungkan harapan besar di pundak Menteri Mu’ti. Yakni mengembalikan pendidikan dasar dan menengah Indonesia ke khittah Indonesia. (Pekolom Banyuwangi)

Editor : Ali Sodiqin
#man nahnu #mendikdasmen #samsudin adlawi