Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Permainan Divisi 2, Promosi Divisi 3 Jadi Mudah

Samsudin Adlawi • Rabu, 26 Februari 2025 | 12:00 WIB
Samsudin Adlawi, Pekolom Banyuwangi.
Samsudin Adlawi, Pekolom Banyuwangi.

HOREEE. Persewangi juara kompetisi Divisi 4 Jawa Timur! Hebatnya, gelar juara itu diraih Persewangi di kandang lawan. Stadion Ketonggo, Ngawi. Pada pertandingan final (23/2), Persewangi menggasak Persinga Ngawi 4-2. Lewat drama adu tendangan penalti. Setelah bermain imbang 1-1. Dalam pertandingan normal: 90 menit.

Presiden Persewangi Baru Handoko patut bangga. Jajaran manajemen dan timnya berhasil menorehkan beberapa catatan positif. Dia berhasil membawa Laskar Blambangan sukses. Merengkuh prestasi setelah puasa trofi bertahun-tahun. Persewangi tercatat sebagai tim pertama yang berhasil juara Liga 4 Jatim. Luar biasanya, Persewangi juara setelah tak terkalahkan di 14 laga Liga 4 Jatim.

Segudang catatan apik itu layak disyukuri. Dirayakan. Tak terkecuali oleh suporter. Mereka menyambut rombongan tim Persewangi dengan konvoi kemarin (24/2). Dari Kalibaru menuju base camp Persewangi di AIL (Alam Indah Lestari) di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Khusus bagi para pemain yang sudah ”berdarah-darah” layak diguyur bonus dari manajemen!

Euforia boleh. Tapi jangan jemawa. Larut dalam pesta kemenangan malah bisa menjadi petaka. Sebab, Persewangi harus mulai menatap putaran nasional Divisi 4. Banyak PR yang harus segera dikerjakan oleh manajemen dan tim. Terutama pembenahan skuad.

Tak terkalahkan dalam 14 laga memang mentereng. Tapi, apakah catatan tersebut cukup untuk bekal mengarungi putaran nasional. Rasa-rasanya belum. Fakta bicara, permainan Persewangi masih mengkhawatirkan. Belum trengginas. Itu menurut beberapa pengamat dan suporter fanatik Persewangi.

Sekadar tahu, putaran nasional Divisi 4 masih kabur. Diperkirakan mulai 15 April. Bisa juga mundur. Atau, bahkan maju. Termasuk berapa jatah tim dari setiap provinsi yang lolos. Juga belum jelas. Itu bisa dimaklumi. Memang begitu PSSI kita. Selalu saja menyuguhkan ketidakjelasan. Jangankan Liga 4, jadwal Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1 sering tidak konsisten. Bisa berubah sewaktu-waktu.

Untuk Jatim sendiri, sementara ada enam tim yang lolos ke putaran nasional. Padahal, yang bertanding di partai puncak kemarin hanya empat tim: Persewangi, Persinga Ngawi, Mojokerto Putra, dan Persema Malang. Bahkan, informasinya, bukan lagi enam tim. Diupayakan Jatim mendapat dapat jatah delapan tim. Tentu lewat lobi-lobi maut.

Termasuk dalam ketidakjelasan, konon, adalah berapa jatah tim Divisi 4 yang bakal promosi ke Liga 3. Infonya, kata wartawan olahraga Jawa Pos Radar Banyuwangi Fredy Rizki Manunggal, belum diputuskan di kongres tahunan PSSI. ”Sementara antara empat atau enam tim,” katanya.

Belum adanya kejelasan soal berapa tim dari setiap provinsi yang lolos ke putaran nasional, membuat kabur jumlah tim yang bakal bertanding di putaran nasional Divisi 4, April mendatang. Kata Fredy—yang selama ini mengaver perjuangan Persewangi, totalnya bisa di atas 70 tim!

Oke. Kita kunci angka itu. Bila benar segitu pesertanya, Persewangi harus serius menyiapkan timnya. Bukan hanya jumlah tim pesertanya lebih banyak—Divisi 4 Jatim hanya diikuti 66 tim, tapi kualitas tim-tim di putaran nasional pasti di atas rata-rata tim yang berkompetisi di putaran Jatim.

Perlu disadari manajemen Persewangi, jalan menuju promosi ke Divisi 3 masih sangat jauh. Masih ada 70 tim yang punya keinginan sama dengan Persewangi. Yakni, menjadi empat atau enam tim terbaik di kompetisi Divisi 4 putaran nasional. Agar mendapat tiket promosi ke Divisi 3.

Tapi masih ada waktu untuk berbenah. Pembenahan yang urgen ada pada skuad. Itu bukan pendapat saya pribadi. Melainkan, sekali lagi, masukan dari pencinta dan pengamat Persewangi. Menurut mereka, skuad Persewangi yang ada saat ini belum mumpuni. Dan, diprediksi tidak akan mampu bersaing di putaran nasional.

Menurut saya masukan yang disampaikan sangat masuk akal. Sebab, mereka melihat langsung penampilan Persewangi selama bermain di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, beberapa waktu lalu. Persewangi tampak kedodoran di beberapa posisi timnya.

Salah satu analisis tajam diungkap Atho’ilah Aly Najamudin. Pengamat bola alumnus Universitas Gadjah Mada itu mengatakan, permainan Persewangi kurang solid. Secara pemahaman taktikal masih kurang berjalan. Itu terjadi karena tidak ada pengatur lini serang yang mempuni.

Ia merekomendasikan Persewangi harus beli pemain lagi. ”Persewangi butuh tambahan pemain dengan posisi striker, gelandang serang, dan bek,” ujarnya seraya berharap bahwa pemain-pemain baru itu harus punya kualitas teknik yang bagus. Lebih bagus dari pemain dengan posisi yang sama di Persewangi saat ini. ”Minimal yang punya standar Liga 2. Dengan tambahan amunisi seperti itu baru kita bisa lolos ke Liga 3,” tulisnya di kotak pesan singkat WA saya. 

Wa ba’du. Masukan berdasar analisis itu patut diperhatikan. Apalagi, masukan itu disampaikan tidak tendensius. Murni berdasar pengamatan dari pertandingan-pertandingan Persewangi. Manajemen Persewangi tak boleh tebal telinga. Bahkan, terhadap kritik pedas sekalipun.

Anggap saja masukan dan kritik sebagai suplemen khusus. Yang mujarab untuk mengangkat prestasi Persewangi ke jenjang lebih tinggi. Dengan begitu, Persewangi akan semakin mendapat tempat di hati pencinta sepak bola Bumi Blambangan.

Harus diingat, gelar juara kompetisi Divisi 4 Jawa Timur memang sebuah prestasi. Tapi, prestasi itu tidak bisa dijadikan garansi Persewangi bakal promosi ke Divisi 3. Untuk promosi, Persewangi harus memulai dari nol lagi. Harus menyiapkan tim lebih bagus lagi. Skuad dengan kedalaman permainan mumpuni. Sebab, lawan-lawan yang akan dihadapi di putaran nasional bukan tim sembarangan. Pasti lebih bagus dari tim-tim Jatim. Terutama yang dikalahkan Persewangi. Mulai penyisihan grup hingga final di Ngawi.

Sudah kepalang tanggung. Merajai Jatim sudah. Itu berarti perjuangan Persewangi sudah sampai di tengah jalan. Promosi ke Divisi 3 sudah di depan mata. Jangan disia-siakan. Tidak membenahi dan merombak tim adalah kesia-siaan yang disengaja. (*)

*) Pekolom Banyuwangi

Editor : Ali Sodiqin
#liga 2 #man nahnu #liga 3 #banyuwangi #persewangi #liga 4