MASIH ingat Gundala? Masih ingat Godam?
Generasi X, seperti saya, pasti langsung menjawab: ”Ingat, dong!”
Gundala dan Godam adalah superhero. Idola anak-anak era 1970-an. Selain dalam komik, film Gundala sangat digandrungi. Ketika itu. Gundala punya nama asli Sancaka. Ia cekatan. Usil. Blak-blakan. Apa adanya. Saat kecil, Gundala pernah tersambar petir. Tidak apa-apa. Justru peristiwa tersebut memberi kekuatan khusus. Sejak itu, Gundala bisa mengendalikan petir. Efek lainnya, ia bisa berpindah dengan sangat cepat. Melesat. Dari satu tempat ke tempat yang lain.
Bagaimana dengan Godam? Jagoan bernama asli Awang itu tak kalah sakti. Ia tercatat sebagai putra pewaris gelar satria kerajaan kuno. Punya karakter tegas dan disiplin. Tapi tabiatnya kaku. Galak. Godam mewarisi jubah besi. Membuat tubuhnya kuat menahan beban. Juga kebal terhadap serangan musuh. Kekuatan super itu membuat Godam bisa melanting tinggi dan jauh. Bahkan ia bisa terbang!
Pokoknya keren habis.
Pokoknya, Gundala dan Godam cocok dengan jiwa Generasi X. Generasi yang lahir antara 1965–1979. Label ”X” bikinan Douglas Coupland. Mencerminkan slogan anti-kemapanan dan sikap menentang otoritas generasinya.
Generasi X terkenal dididik oleh orang tua yang disiplin. Maka, Generasi X, pada umumnya, memiliki karakteristik yang hebat. Mandiri. Disiplin. Pekerja keras. Berpikir logis. Dan, tangguh. Semua modal itu membuat Generasi X dikenal suka mengutamakan karir. Seperti Gundala dan Godam. Yang tak lelah mengejar mimpinya: menolong dan menebar kebaikan kepada masyarakat.
Rasa-rasanya, generasi sekarang juga harus dikenalkan sama Gundala dan Godam. Generasi milenial (Gen Y) dan Gen Z butuh idola baru. Sekelas Gundala dan Godam. Agar mereka tidak tumbuh dan berkembang menjadi generasi lembek. Manja dan mager. Malas gerak.
Alhamdulillah, di tengah krisis jagoan, lahir superhero baru. Hebatnya, pahlawan itu lahir di Banyuwangi. Namanya unik: Kapten Yaskid. Itu bukan nama sembarangan. Yaskid akronim Yasmin Kid. Semua warga Bumi Blambangan pasti tahu, apa itu Yasmin. Ya. Yasmin salah satu rumah sakit besar di kota the Sunrise of Java. Orang menyebutnya sebagai RS Yasmin.
Lah, terus apa hubungannya Kapten Yaskid dengan RS Yasmin. Ternyata, Kapten Yaskid lahir dari rahim Yasmin Kids. Sebuah program layanan premium rumah sakit setempat. Dengan memberi layanan edukasi dan kesehatan. Kepada pelajar—sesuai nama belakangnya: Kids. Tentu saja, harganya murah. Terjangkau. Sangat mudah untuk menjadi peserta. Fasilitas yang ditawarkan sangat banyak. Dan, bermanfaat.
Tidak seperti Gundala-Godam yang berkostum khusus ala jagoan-jagoan jadul, Kapten Yaskid tampil trendi. Ia pakai topi warna hijau. Dilengkapi huruf ”Y” di bagian tengahnya. Kembar dengan bagian dada kausnya. Hebatnya, Kapten Yasmin berkawan dengan Gundala dan Godam. Mereka menjadi trio superhero. Kompak menolong anak-anak. Terutama yang sedang diteror monster virus dan bakteri.
Tentu, trio Kapten Yaskid-Gundala-Godam adalah cerita rekaan. Tapi, menyatukannya merupakan ide brilian. Cara cerdas mengedukasi anak-anak. ”Kami berusaha menghadirkan jagoan baru. Terutama jagoan dalam dunia kesehatan. Agar seru, kami hadirkan Gundala dan Godam yang menjadi jagoan masa kecil kami,” kata Syaugi SE MKes, Direktur Utama RS Yasmin—pengidola Gundala dan Godam.
Komik Kapten Yaskid sudah terbit empat seri. Dua seri bercerita tentang perjuangan trio Kapten Yaskid-Gundala-Godam membasmi virus. Judulnya Ayo Lawan Monster Jahat Gigi Berlubang dan Ayo Lawan Virus. Kapten Yaskid-Gundala-Godam juga peduli lingkungan. Itu terlihat dari dua seri berikutnya: Ayo Bersihkan Pantai dan Ayo Jaga Terumbu Karang.
Bahasa dan layout Kapten Yaskid dibuat sangat kanak-kanak. Bahasanya mudah dicerna. Juga gambar-gambar komiknya. Sangat mudah dipahami. Kelebihan lainnya, ada pesan moral di akhir cerita Kapten Yaskid. Mulai seri 1 sampai 4. Semoga juga di seri-seri berikutnya. Sebab, selain edukasi, komik atau buku untuk anak-anak sebaiknya mengandung pesan moral. Pesan moral ”terselubung” itu bisa menancap di otak anak-anak yang membacanya. Lebih efektif daripada pesan moral lewat ceramah.
”Anak kalian hebat loh karena berani ke rumah sakit, minum obat, dan mengalahkan virus,” kata Kapten Yaskid. Kalimat pujian itu diucapkan Kapten Yaskid kepada orang tua Ira. Saat ia bersama Gundala dan Godam mengantarkan Ira ke rumahnya. Ira pun tak takut lagi minum obat dan berobat ke rumah sakit. Tamat.
*) Pekolom Banyuwangi
Editor : Ali Sodiqin