Bukan hanya Jokowi, pada kesempatan yang lain, Prabowo Subianto yang akan menggantikannya Oktober mendatang juga ikut ”membujuk” Elon Musk. Sekadar tahu, selain SpaceX, Elon juga tercatat sebagai pemilik pabrik mobil Tesla Inc. Salah satu pabrik kendaraan yang mengawali pengembangan mobil listrik di dunia.
Betapa pentingnya seorang Elon Musk. Sampai-sampai dua orang penting Indonesia (presiden dan calon penggantinya) membujuknya. Ya, kehadiran dua perusahaan yang dimiliki Elon Musk memang sangat dibutuhkan Indonesia, saat ini. Sekadar tahu, digitalisasi dan kendaraan listrik sekarang sedang menjadi andalan pemerintah Indonesia.
Sebagai orang penting, tak mudah menemui Elon Musk. Hanya orang-orang penting dan hebat yang bisa melakukannya. Saat dia meluncurkan layanan internet Starlink—layanan internet satelit yang dikembangkan SpaceX, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Sumerta, Kelod, Denpasar, Ahad (19/5/24), banyak warga yang rela berdesakan. Apa pula yang sampai memanjat tembok begitu Elon Musk yang mengenakan endek atau pakaian khas Bali warna hijau datang, seperti dilansir Jawa Pos (20/5/24).
Tentu saja, banyak orang ingin bisa bertemu sosok yang gemar mengenakan pakaian kasual warna hitam itu. Namun, sekali lagi, hanya sedikit yang punya kesempatan untuk itu. Di antara yang sedikit itu adalah Felicia Dahayu. Siswi kelas V SDN 1 Pesanggaran. Felicia bertemu Elon Musk di sela-sela rangkaian acara World Water Forum (WWF) yang berlangsung di Bali.
Lalu bagaimana ceritanya cah ndeso dari ujung selatan Banyuwangi itu bisa bertemu dengan Elon Musk? Bahkan, sempat ngobrol gayeng dengannya. Juga foto bersama dengan sosok idola anak muda dunia itu. Bahkan, Elon Musk sempat memberi tantangan kepada Felicia dan Jose Nerotou dari Jayapura, Papua.
Menurut kesaksian Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang juga berada di tempat yang sama, tantangan dari Elon Musk adalah mengerjakan soal integral. Salah satunya, mereka diminta menghitung turunan volume bola. ”Jawaban dari Felicia dan Jose sempat membuat kagum Elon Musk,” cerita Ipuk.
Mereka bertiga berkomunikasi pakai bahasa apa, ya? Pastinya Elon Musk tidak bisa bahasa Indonesia. Berarti mereka bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dong. Felicia jago bahasa Inggris. ”Public speaking Felicia itu sangat bagus,” kata Wali Kelas V SDN 1 Pesanggaran Nur Sugeng Prasetyo.
Perjumpaan Felicia dengan Elon Musk tak bisa dilepaskan dari Gasing. Ya, Felicia sangat menguasai Gasing. Tapi, bukan sembarang Gasing. Melainkan metode pembelajaran Smart Gasing. Akronim dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Dia berhasil meraih predikat terbaik lomba matematika kategori individu pada lomba Gasing tingkat nasional. Olimpiade Matematika itu digelar di Bitung City, Sulawesi, November 2023.
Atas prestasinya tersebut, Felicia kini mendapat training khusus dari tim Prof Yohanes Surya. Dia dipersiapkan untuk menghadapi Olimpiade Matematika tingkat Asia. Yakni, Asia Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary School (ASMOPSS). Perlombaan kelas dunia itu akan diikuti oleh para pelajar terbaik se-Asia. Dan, kebetulan acaranya akan diselenggarakan di Banyuwangi. Tahun ini!
Berkat prestasi menterengnya, Felicia diganjar penghargaan sebagai Warga Inspiratif dari Bupati Ipuk Fiestiandani. Penghargaan bergengsi itu diserahkan pada upacara peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-252, 18 Desember 2023 lalu.
Jawa Pos Radar Banyuwangi juga ikut bangga atas prestasi Felicia. Begitu mendapat informasi Felicia diterima Elon Musk dengan penuh keakraban, koran kebanggaan masyarakat kota the sunrise of Java ini langsung menjadikan foto Felicia bersama Elon Musk sebagai foto utama edisi 20 Mei 2024. Sebagai kado istimewa di momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Banyuwangi.
Wa ba’du. Felicia kini bukan hanya jadi kebanggaan kedua orang tuanya, pasutri Erwanto (43) dan Dezy Indah Puspitasari (40) serta SDN 1 Pesanggaran. Dia sudah menjadi aset berharga Indonesia. Terutama di bidang matematika.
Felicia akan menjadi salah satu andalan Indonesia dalam olimpiade-olimpiade matematika kelas dunia. Yang terdekat adalah Asia Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary School (ASMOPSS) pada November mendatang. Jangan lupa, tempat lombanya di Banyuwangi. Tepatnya, di salah satu hotel. Maaf, saya tidak bisa menyebut namanya hotelnya.
Prestasi prestisius Felicia melengkapi deretan prestasi yang ditorehkan anak Banyuwangi. Akhir tahun lalu, Aldhea Azarina Bharata berhasil meraih medali emas dari ajang karate dunia. Siswa SDN 1 Mojopanggung, Giri itu tidak hanya membawa pulang satu medali emas. Melainkan dua emas sekaligus. Dari ajang Maia International Karate Open (MIKO) di Portugal, 2–3 Desember 2023.
Capaian prestasi yang diraih Felicia dan Dhea membuktikan bahwa anak-anak di Kota Gandrung punya bakat akademik dan non-akademik. Tak peduli di mana pun sekolah mereka berada. Terbukti, Felicia yang sekolah di pinggiran Banyuwangi (SDN 1 Pesanggaran) dan juga Dhea yang belajar di SDN 1 Mojopanggung bisa menunjukkan prestasi gemilangnya. Kuncinya adalah kemauan dan ketekunan. Bila dua hal itu dimiliki siswa ditambah bimbingan dari para guru dan orang tuanya, sangat mungkin akan lahir Felicia dan Dhea baru lainnya di kemudian hari. (Pekolom Banyuwangi)
Editor : Niklaas Andries