Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Output Perlu, Outcome Harus

Samsudin Adlawi • Rabu, 3 April 2024 | 19:14 WIB
Oleh: Samsudin Adlawi*
Oleh: Samsudin Adlawi*

DITUNGGU-tunggu oleh masyarakat. Terutama warga yang belum mapan. Tersebab belum punya pekerjaan.

Tersebab juga ingin mengembangkan diri. Khusus yang kedua itu, bisa jadi (sesungguhnya) ia sudah bekerja, tapi ingin berkembang lagi.

Lalu apa yang ditunggu-tunggu itu. Tidak lain adalah BAK. Program Banyuwangi Ayo Kursus. Pada 2024 ini, Pemkab Banyuwangi kembali menggeber program kursus gratis.

Lewat BAK, pemkab memfasilitasi beragam pelatihan keterampilan bagi warganya. Tentu saja, bagi warga yang ingin mendapatkan keterampilan. Baik akan digunakan untuk masuk dunia kerja atau malah membuka usaha sendiri.

BAK 2024 diresmikan pada bulan lalu. Tepatnya 16 Maret 2024. Langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Di SMKN 1 Glagah, Banyuwangi. Dinas Pendidikan Banyuwangi (Dispendik) dipercaya sebagai pengampunya.

Program BAK tidak terpusat pada satu lokasi. Melainkan tersebar di seluruh wilayah kota The Sunrise of Java. kegiatannya dilakukan serentak di 46 titik yang sudah dipilih.

Tak heran bila pesertanya membeludak: 600 orang! Mereka menjadi warga belajar Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Jumlah LKP yang terlibat cukup banyak. Mencapai 20 lembaga.  

Selain itu, juga dari dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ada juga yang berasal dari Kelompok Belajar (Pokjar) dan Sanggar Kegiatan Belajar Negeri (SKBN).

Bahkan, warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) juga mendapat kesempatan yang sama. Menjadi siswa BAK 2024.

Materi kursusnya lumayan banyak. Cukup ideal untuk mengembangkan bakat dan minat 600 peserta. Meliputi tata boga, tata busana, tata rias, desain grafis.

Ada juga kursus barbershop (cukur modern) yang lagi digandrungi anak muda. Lalu otomotif (teknik kendaraan dasar dan ringan), hantaran/buket, konten kreator, video grafis, pengelolaan hasil laut, barista, roasting kopi, hingga  pemasaran digital.

Materi-materi itu saat ini lagi ngetrend. Banyak anak muda pengin meraih sukses lewat bidang itu. Selama kursus, mereka dibimbing oleh 47 pendamping dari 20 LKP. Ditambah enam tim dari SMK negeri dan swasta di Bumi Blambangan.

BAK merupakan terobosan brilian dari Pemkab Banyuwangi. Khususnya untuk meningkatkan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia). Lewat Pendidikan vokasional.

‘’Selain itu, juga memberikan kecapakan hidup berupa soft skill dan hard skill, yang golnya nanti mereka memiliki keterampilan tertentu. Baik sebagai bekal memasuki dunia kerja atau pun bekal berwirausaha secara mandiri,’’ kata Bupati Ipuk dilansir koran ini, 18 Maret 2024.

Tahun ini tercatat sebagai BAK ketiga. Artinya, BAK sudah digelar selama tiga kali. Maka, jangan heran jika Bupati Ipuk menaruh harapan besar kepada panitia dan peserta.

Setelah selesai mengikuti kursus, harap Ipuk, peserta bisa menghasilkan produk yang dapat dinilai dan sekaligus diapresiasi.

Dengan begitu, target BAK harus bisa menumbuhkan kreativitas dan meningkatkan daya saing peserta.

Sangat masuk akal harapan orang nomor satu di lingkungan pemerintahan Banyuwangi itu. Sebagai program berkelanjutan, seyogianya BAK tidak lagi hanya berfokus pada output.

Tapi harus naik kelas. Lebih dari sekedar output. Seperti kita ketahui, output adalah hasil yang dicapai dalam jangka pendek.

Nah, jika target BAK 2024 hanya pada output, maka begitu kursus dan pelatihan sudah selesai, selesai pula programnya. Yang penting para pemateri dan pendamping sudah menyampaikan materinya.

Dan, peserta juga sudah bisa mencerna dan menyerap materi yang diterimanya. Titik. Selesai! Tak peduli ilmu yang didapat oleh peserta diaplikasikan atau tidak. Dikembangkan sendiri atau dianggap selesai.

Idealnya, wa ba’du. Sebagai program berkelanjutan yang memasuki tahun ketiga, BAK tidak berhenti pada output. Melainkan naik satu tingkat. Yakni menuju outcome.

Lah, apa bedanya output dan outcome? Bukankah keduanya sama saja, hanya beda istilah. Rasanya memang sama, tapi sesungguhnya berbeda ruang lingkupnya.

Bisa dibilang, untuk memudahkan pemahaman, outcome merupakan kelanjutan dari output.

Bila output fokus pada hasil yang dicapai dalam jangka pendek, maka outcome adalah hasil yang terjadi setelah pelaksanaan kegiatan jangka pendek (output).

Sebagai program, outcome mengandung dua fungsi sekaligus. Fungsi itu tidak dimiliki oleh output. Yakni, motitoring dan evaluasi (monev).

Hasil pengawasan terhadap output dijadikan bahan evaluasi. Setelah dievaluasi baru diambil kesimpulan.

Konklusinya bisa macam-macam. Misalnya, output BAK 2024 ternyata bertumbangan. Layu sebelum mekar.

Dari 600 peserta BAK 2024 yang mengembangkan usaha sendiri (wirausaha) ternyata tidak sampai separo. Selebihnya tidak menjadi apa-apa.

Atau sebaliknya, peserta yang berhasil memasuki dunia usaha mencapai 60%. Lebih separo dari 600 peserta. Maka, kesimpualnnya, outcome BAK 2024 cukup baik.

Tapi, masih perlu dilanjutkan dan ditingkatkan di tahun berikutnya. Peningkatannya bisa dikonsentrasikan pada pemerkayaan materi kursus dan latihannya.

Juga tak kalah penting adalah pematerinya. Kompetensi pematerinya perlu di-upgrade, misalnya. Entahlah.

*) Pekolom Banyuwangi

 

 

Editor : Ali Sodiqin
#pemkab banyuwangi #man nahnu #banyuwangi #samsudin adlawi #ayo kursus