HADIR lagi. Sunrise of Java (SoJ) Award 2023. Diterimakan pada 2024.
Lebih spektakuler dibanding SoJ Award tahun lalu. Itu harapan panitia: tim Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).
Harapan itu tidak terlalu muluk-muluk. Sebab, event yang akan digelar Rabu malam (17/1/24) di Pendapa Sabha Swagata Blambangan itu telah disiapkan secara matang.
Persiapannya berbulan-bulan. Terutama seleksi terhadap para calon penerima awarding.
Penghargaan paling prestisius di Bumi Blambangan.
Semangat penyelenggaraan SoJ Award 2023 kurang lebih sama dengan tahun lalu.
Yakni, memberi penghormatan kepada orang-orang hebat. Apresiasi terhadap warga Kota Gandrung.
Baik yang tinggal di Banyuwangi maupun yang mukim di luar kota.
Intinya, semua warga Banyuwangi punya peluang yang sama mendapatkan penghargaan SoJ.
Syaratnya hanya satu: punya sesuatu yang menginspirasi orang lain. Syarat itu tak harus prestasi luar biasa.
Prestasi biasa-biasa pun tetap bisa mendapat poin tinggi. Asalkan, sekali lagi, menginspirasi dan pada akhirnya memotivasi orang lain.
Untuk berbuat yang sama. Setidaknya meneladani semangatnya.
Seperti halnya pemberian penghargaan SoJ. Terus terang idenya berasal dari prestasi demi prestasi yang diraih Pemkab Banyuwangi.
Pun demikian penghargaan individu yang diterima Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.
Seperti diketahui, penghargaan yang diperoleh Kabupaten Banyuwangi dan Bupati Ipuk jumlahnya ratusan.
Penghargaan itu meliputi semua aspek penyelengaraan birokrasi pemerintahan.
Kelas penghargaannya pun komplet. Mulai dari penghargaan lokal, regional, nasional, hingga global.
Berkat prestasi yang mentereng tersebut, Kabupaten Banyuwangi menjadi jujukan banyak penyelenggara pemerintahan.
Hampir seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia melakukan studi tiru ke kota the Sunrise of Java.
Bahkan, sejumlah kementerian dan lembaga tinggi negara juga belajar ke Banyuwangi.
Mereka melihat praktik langsung sistem birokrasi Pemkab Banyuwangi. Yang sudah berbasis aplikasi digital.
Itu prestasi membanggakan. Masyarakat Banyuwangi kini bisa berjalan dengan kepala tegak.
Tidak seperti sepuluh tahun silam. Ketika itu, warga Banyuwangi hanya bisa berjalan menunduk.
Sangat inferior. Bahkan, sampai malu mengaku berasal dari Banyuwangi.
Bila pemkab dan bupatinya bisa meraih banyak penghargaan, maka rakyatnya pun harus punya pengalaman yang sama.
Teman-teman di JP-RaBa pun memberanikan diri. Memilih orang dan lembaga hebat di Banyuwangi. Lalu menentukannya sebagai penerima SoJ Award.
Tahun ini, ada sekitar 40 penerima SoJ Award. Mereka berasal dari berbagai latar belakang.
Mulai dari birokrasi pemerintahan hingga masyarakat. Prestasi mereka juga beragam.
Sesuai dengan latar belakang pekerjaan dan kesehariannya.
Tak mudah memilih satu dari sekian orang dan atau lembaga hebat.
Mereka sama-sama punya kontribusi terhadap daerahnya: Banyuwangi.
Mulai dari lingkup ekonomi, olahraga, lembaga, swasta, hingga pejabat.
Butuh waktu berbulan-bulan untuk mengamati para calon penerima penghargaan.
Pengamatan itu dimaksudkan untuk mengetahui konsistensi dari calon penerima pengharaan. Ide saja belum cukup.
Tim JP-RaBa juga mengamatinya sampai bentuk eksekusinya.
Pokoknya, tim mencari sosok yang ”tidak biasa-biasa saja”.
Misalnya, tim menemukan sosok pemuda yang unik. Dia menggeluti bisnis bebek. Menggunakan teori bisnis dari hulu sampai hilir.
Dia melakukan penetasan itik. Lalu membesarkannya. Setelah cukup umur, itiknya disembelih. Lalu dijual ke pasar. Pasarnya sampai ke Bali.
Usahanya maju pesat. Tapi, itu tidak menjadikannya egois. Dia libatkan masyarakat untuk berkongsi. Agar perkongsiannya kuat, dia membentuk wadah bersama.
Dengan wadah itu bisnisnya bertambah kuat. Setidaknya produksinya bertambah. Meningkat. Karena disokong bersama-sama. Oleh para anggota.
Contoh lain. Tim juga menemukan usaha swasta yang konsisten. Konsistensinya meliputi pelayanan, kelengkapan kebutuhan konsumen.
Seperti lokasi usaha yang bersih, toilet yang bersih, musala yang bersih, dan jujur dalam takaran.
Selain itu, juga dilengkapi mesin anjungan tunai mandiri, minimarket, dan tempat bermain anak.
Pokoknya, one stop service. Konsumen senang dan nyaman. Sebab, sekali datang tidak hanya bisa mengisi BBM kendaraannya.
Melainkan juga bisa melakukan aktivitas lainnya. Dan, beristirahat melepas penat.
Wa ba’du. Para penerima SoJ Award 2023 telah menunjukkan konsistensi dan dedikasi pada bidangnya selama 2023.
Itulah alasan utama dari panitia untuk memberi panggung kepada mereka. Menerima dan mengangkat sertifikat dan piala eksklusif.
Terbuat dari bahan kayu jati pilihan. Dengan pelitur warna natural membuat serat dan urat kayunya tampak eksotis.
Menambah elegan desain tulisan Sunrise of Java Award 2023.
*) Pekolom Banyuwangi
Editor : Ali Sodiqin