Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dibedah Ketua PW ISNU Jatim Mas’ud Said, Buku Rebound Total Panen Apresiasi

Gareta Yoga Eka Wardani • Sabtu, 29 Juli 2023 | 19:30 WIB
DIKOLEKSI BUPATI: Samsudin Adlawi menyerahkan buku Rebound Total kepada Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dalam bedah buku di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis (27/7).
DIKOLEKSI BUPATI: Samsudin Adlawi menyerahkan buku Rebound Total kepada Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dalam bedah buku di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis (27/7).

RadarBanyuwangi.id – Buku Rebound Total karya Samsudin Adlawi dibedah dalam forum yang dihadiri mahasiswa, dosen, rektor, dan belasan guru besar Kamis (27/7).

Bedah buku yang diprakarasi oleh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Banyuwangi tersebut dihadiri Ketua PW ISNU Jatim Prof Dr Mas’ud Said, Bupati Ipuk Fiiestiandani, dan sejumlah kepala SKPD Pemkab Banyuwangi.

Buku Rebound Total merupakan catatan berseri Samsudin Adlawi di Jawa Pos Radar Banyuwangi setiap hari Selasa yang diberi nama Man Nahnu. Setelah berkumpul sekian seri, catatan Man Nahnu 4 tersebut dibukukan dengan judul Rebound Total.  

Bedah buku dihadiri 150 peserta dari berbagai kalangan bertempat di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Bedah buku dipandu oleh Ayung Notonegoro yang sehari-harinya sebagai Ketua Komunitas Pegon. Yang istimewa, semua peserta bedah buku mendapatkan buku Rebound Total secara cuma-cuma alias gratis.

Rebound Total berisi catatan perkembangan Banyuwangi terutama selama pandemi Covid-19. Buku tersebut mengupas berbagai sektor. Mulai budaya, pendidikan, politik, ekonomi, pariwisata, dan segala isu menarik yang terjadi di Banyuwangi.

Samsudin yang juga Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi itu menceritakan secara singkat proses terciptanya buku tersebut.

”Meski umur saya sudah tua, saya masih diingat orang-orang dengan tulisan saya.  Dengan menulis kita bisa mencerdaskan ratusan ribu orang tanpa kita sadari,” ungkapnya.

Buku yang terdiri dari 62 artikel dengan 325 halaman ini menjadi seri keempat dari buku yang telah ditulis Samsudin. Bapak satu anak itu mengungkapkan selalu ada pesan di setiap tulisan.

”Buku ini berisi tulisan saya di Man Nahnu. Isinya saya sebut sebagai dokumentasi dari berbagai aspek. Baik ekonomi, pendidikan, budaya, dan lainnya,” ungkapnya.  

Man Nahnu diambil dari bahasa Arab yang berarti ’siapa kita’. Penulis ingin mengajak pembaca agar senantiasa introspeksi diri.

”Saya ingin selalu mengajak siapa saja untuk introspeksi siapa kita sebenarnya. Kita sebagai orang Banyuwangi seperti apa. Orang luar bisa mengetahui kondisi Banyuwangi lewat tulisan,” jelasnya. 

ANGGOTA KEHORMATAN ISNU: Samsudin Adlawi mengenakan jaket ISNU pemberian dari Ketua ISNU Banyuwangi Abdul Azis (kiri) disaksikan ketua PW ISNU Jatim Mas’ud Said (tengah).
ANGGOTA KEHORMATAN ISNU: Samsudin Adlawi mengenakan jaket ISNU pemberian dari Ketua ISNU Banyuwangi Abdul Azis (kiri) disaksikan ketua PW ISNU Jatim Mas’ud Said (tengah).

Bupati Ipuk Fiestiandani yang didapuk sebagai keynote speaker memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Samsudin Adlawi atas buku Rebound Total. Menurut Ipuk, buku tersebut sangat istimewa bagi Pemkab Banyuwangi maupun bagi seorang bupati.

Diungkapkan Ipuk, buku Rebound Total menjadi bukti catatan dari sudut pandang seorang pengamat terhadap perkembangan pemerintah di Banyuwangi.

Hal itu menjadi saran dan masukan tersendiri bagi Ipuk untuk perbaikan di sisa jabatannya sebagai Bupati Banyuwangi.

”Bagi kami buku Rebound Total sangat istimewa dan luar biasa karena menceritakan tentang Banyuwangi menghadapi pandemi. Banyuwangi telah menghadapi berbagai dinamika,” katanya.

Ipuk berharap buku Rebound Total tidak hanya memberikan manfaat bagi Pemkab Banyuwangi, tetapi juga bagi seluruh pembaca. ”Catatan dari Pak Samsudin menjadi supporting kami. Kami berharap bedah buku ini memberikan saran dan masukan bagi kami dan pemkab,” lanjutnya.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Suyanto Waspo Tondo Wicaksono mengapresiasi buku Rebound Total. Menurut Yayan –sapaan akrabnya, buku tersebut bersifat generalis dan membuat pembaca berpikir dan menginterpretasikan sesuai keinginan masing-masing.  

”Saya merasa ada linier antara Man Nahnu dengan Banyuwangi Rebound. Buku ini padat dan isinya banyak. Membuat kita berpikir melompat jauh ke depan. Pak Samsudin membiarkan kita berpikir sendiri. Ini menjadi bagian dari mengkayakan Banyuwangi," kata Yayan.

Ketua PW ISNU Mas’ud Said merasa bangga dengan terbitnya buku Rebound Total. Menurut Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut, buku Rebound Total menjadi bukti istiqomah seorang Samsudin Adlawi dalam kebaikan.  

”Buku ini menunjukkan istiqomah Pak Samsudin dalam menulis terutama dalam kebaikan, selalu memberikan kontribusi. Buku ini juga memberi masukan secara jernih, konsisten, dan istiqomah tanpa embel-embel apa pun,” ucap Mas’ud Said.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) ISNU Banyuwangi Abdul Aziz mengungkapkan, buku Rebound Total merupakan kumpulan catatan perkembangan Banyuwangi, baik pemerintahan atau pun daerah.

”Hampir semua perjalanan bupati pascareformasi di Kabupaten Banyuwangi tidak pernah lepas dari catatan Pak Samsudin Adlawi. Dengan membaca karya beliau, masyarakat bisa mengetahui dinamika kepemimpinan di Banyuwangi,” kata Azis yang juga mantan wartawan Radar Banyuwangi. (rei/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#rebound #isnu #radar banyuwangi #man nahnu #catatan #samsudin adlawi #pandemi #pegon