Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berakar Masa Hindu-Buddha, Manuskrip Jawa Populer dengan Sebutan Huruf Hanacaraka

Aulia Sulhia • Senin, 5 Mei 2025 | 03:00 WIB
DALAM KOTAK: Beberapa naskah kuno koleksi Omahseum Banyuwangi milik Thomas Racharto.
DALAM KOTAK: Beberapa naskah kuno koleksi Omahseum Banyuwangi milik Thomas Racharto.

RADARBANYUWANGI.ID - Sejarah tradisi tulis di Jawa berakar kuat pada masa pengaruh Hindu-Buddha, yang diperkirakan mulai berkembang pesat sekitar abad ke-9 Masehi.

Pada periode awal ini, aksara Kawi (Jawa Kuno), yang diturunkan dari aksara Pallawa India, menjadi aksara utama.

Jejak-jejak tulisan masa ini banyak ditemukan pada prasasti batu dan lembaran logam (tembaga) yang memuat informasi penting mengenai silsilah raja, penetapan wilayah, dan catatan keagamaan.

Periode peralihan menuju pengaruh Islam membawa perkembangan signifikan dalam tradisi tulis Jawa.

Aksara Kawi secara bertahap bertransformasi menjadi aksara Jawa (Hanacaraka) yang lebih dikenal saat ini, sebuah proses yang diperkirakan rampung pada abad ke-16.

Bersamaan dengan itu, masuknya Islam memperkenalkan aksara Pegon, yaitu modifikasi huruf Arab untuk menuliskan bunyi-bunyi bahasa Jawa.

Aksara Pegon kemudian banyak digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam melalui berbagai teks keagamaan.

Masa kolonial membawa pengaruh Eropa, termasuk teknologi cetak. Meskipun demikian, tradisi penulisan manuskrip tetap bertahan, terutama di lingkungan keraton dan pesantren.

Para sarjana Eropa mulai menunjukkan ketertarikan pada kekayaan manuskrip Jawa, melakukan pengumpulan, penelitian, dan katalogisasi yang menjadi dasar bagi koleksi-koleksi besar di berbagai perpustakaan dunia.

Kekayaan manuskrip Jawa terpancar melalui keragaman jenis dan tema yang terkandung di dalamnya.  

Secara garis besar, manuskrip Jawa dapat dikategorikan berdasar isinya. Ini meliputi sastra, yang merupakan kelompok manuskrip terbanyak dan paling bervariasi.

Di antaranya adalah Babad, karya prosa kronik sejarah yang sering terjalin dengan mitos dan legenda. Contohnya seperti Babad Tanah Jawi dan Babad Giyanti. (bay)

Editor : Ali Sodiqin
#tradisi #sejarah #manuskrip kuno #hanacaraka #aksara jawa #Manuskrip Jawa #buddha #hindu