RADAR BANYUWANGI - Minyak wijen dikenal sebagai salah satu minyak nabati dengan sejarah panjang dan kaya.
Terutama untuk pemanfaatan bahan kuliner dan kesehatan di benua Asia.
Asal mula minyak wijen dapat ditelusuri kembali ke Tiongkok kuno, khususnya pada masa Dinasti San Guo.
Pada masa itu, masyarakat mulai menggunakan minyak yang diekstrak dari biji wijen.
Selain di Tiongkok, minyak wijen juga telah digunakan selama berabad-abad di berbagai negara Asia lainnya seperti India, Korea, dan Jepang.
Minyak wijen telah dimanfaatkan untuk keperluan kuliner maupun untuk kesehatan tubuh.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, minyak wijen panggang dikatakan dapat meningkatkan sirkulasi darah, menghangatkan tubuh, dan menutrisi rambut.
Sementara itu, minyak wijen diperoleh melalui proses ekstraksi biji wijen. Proses ini layaknya memeras biji wijen untuk menghasilkan minyak alami.
Terdapat dua jenis utama minyak wijen yang sering digunakan. Minyak wijen mentah diperoleh dari biji wijen yang tidak disangrai, Jenis ini memiliki warna terang dan rasa yang lebih pedas.
Sementara itu, minyak wijen panggang dihasilkan dari biji wijen yang disangrai terlebih dahulu.
Warna minyak ini mengarah ke cokelat tua dan aroma yang lebih kuat. Jenis minyak wijen panggang sangat populer karena aromanya yang khas.
Karena itu, jenis ini sering digunakan sebagai bahan penyedap dalam masakan.
Popularitas minyak wijen terus meningkat di berbagai belahan dunia. Minyak ini sering digunakan dalam berbagai hidangan tradisional Asia.
Minyak wijen dikenal mampu memberikan rasa gurih dan aroma yang khas pada makanan.
Selain itu, minyak ini juga sering digunakan sebagai bahan utama dalam saus salad atau marinasi daging untuk menambah cita rasa.
Dengan segala manfaatnya, baik dalam hal rasa maupun kesehatan, minyak wijen terus menjadi pilihan populer di dapur modern.
Minyak ini tidak hanya memperkaya cita rasa masakan tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh manusia. (gas/bay/dilengkapi Aulia Sulhia)
Editor : Ali Sodiqin