RADAR BANYUWANGI - Minyak bumi sebagai salah satu sumber energi utama dunia, ternyata punya dampak lingkungan yangt tidak bisa diabaikan.
Salah satunya adalah pencemaran lingkungan, khususnya pembuangan minyak pelumas bekas bisa mencemari laut.
Minyak dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan serius bila penggunaannya serampangan tidak bijak. Itu bisa terjadi mulai dari proses ekstraksi hingga pemakaiannya.
Salah satu dampak paling berbahaya adalah tumpahan minyak di laut.
Ketika minyak bocor dari kapal tanker atau pipa bawah laut, minyak membentuk lapisan tebal di permukaan air yang menghambat sinar matahari masuk ke laut.
Akibatnya, terumbu karang mati, ikan kehilangan oksigen, dan ekosistem laut hancur. Hewan seperti burung laut dan anjing laut juga terperangkap dalam lapisan minyak, menyebabkan kematian masal.
Sebelumnya di Pantai Bangsring Underwater Banyuwangi, yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya, terjadi pencemaran akibat tumpahan minyak pelumas bekas (oli) misterius pada 20 Februari 2025 lalu.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra menyatakan, belum bisa dipastikan apakah oli tersebut merupakan limbah bekas, tumpahan, atau akibat kebocoran kapal.
Sampel oli misterius itu sudah diambil dan dibawa ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi untuk diteliti lebih lanjut.
Polisi selanjutnya menelusuri jejak minyak pelumas yang terbawa arus ke utara, dengan dugaan kuat bahwa sumbernya berasal dari perairan selatan Pantai Bangsring. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Selain menyebabkan masalah di laut, pembakaran minyak menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah besar. Inilah yang menjadi penyebab utama pemanasan global.
Baca Juga: Puasa dan Pertarungan Relasi untuk Berkuasa
Asap dan gas beracun dari pembakaran minyak mencemari udara. tentu saja, ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan pada manusia dan hewan.
Sedangkan dalam praktik eksplorasi minyak, sering kali dilakukan di wilayah hutan hujan dan lahan gambut, yang menyebabkan deforestasi besar-besaran.
Pohon ditebang, tanah tercemar limbah minyak, dan keanekaragaman hayati terganggu.
Selain itu, pembuangan limbah minyak ke tanah bisa merusak struktur tanah dan mencemari sumber air bersih. (gas/bay)
Editor : Ali Sodiqin