RADAR BANYUWANGI - Warga Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, ada yang punya home industry minyak ikan.
Fish oil tersebut diproduksi dengan memanfaatkan kembali limbah lemak buangan pabrik ikan.
Air buangan dari pabrik ikan mengalir di saluran dan sungai di Desa Kedungrejo, Desa Kedungringin, dan Desa Tembokrejo.
Dari tiga desa di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, itulah ternyata limbah bisa diolah lagi, kemudian menjadi berkah bagi warga sekitar.
Oleh warga, air limbah pabrik yang baunya sangat menyengat itu, diolah lagi dan dibuat untuk minyak ikan.
“Ini air dari pabrik yang ada di daerah Muncar, kita kumpulkan,” cetus Ahmad Raji, 80, warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.
Menurut Raji, air yang sangat keruh di sungai atau selokan sekitar pabrik, itu hasil pengolahan ikan sarden atau lainnya.
Air dari pabrik yang sudah dibuang itu diambil untuk dimanfaatkan.
“Ini limbah pengolahan ikan dari pabrik,’’ ujar lelaki yang akrab disapa Mbah Sania itu.
Dia mengatakan, cara pengolahan air limbah menjadi minyak itu termasuk mudah.
Tetapi, banyak warga yang enggan bekerja seperti itu. Apalagi, air limbah itu baunya memang tidak sedap.
Menurutnya, cara mengolah air limbah itu awalnya mengambil dari saluran pembuangan pabrik.
Selanjutnya, air diendapkan dalam wadah khusus seperti tong yang dimodifikasi khusus.
“Air dari pabrik yang warnanya kecokelatan hingga kehitaman itu pasti minyak,” terangnya.
Setelah diendapkan, jelas dia, minyak dijemur hingga kering.
Kemudian diolah dan dimasak dengan cara dipanggang ditungku sampai terpisahnya limbah dan minyak.
“Minyak dan air akan terpisah dengan sendirinya,” ungkapnya. (rio/bay)
Editor : Ali Sodiqin