Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nama Desa Bubuk Jadi Pengingat Malapetaka Sekaligus Wujud Rasa Syukur kepada Pencipta

Niklaas Andries • Kamis, 5 Desember 2024 | 01:00 WIB
MERIAH: Pergelaran seni budaya di arena Pasar Samar Wulou di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi.
MERIAH: Pergelaran seni budaya di arena Pasar Samar Wulou di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi.

RadarBanyuwangi.id – Cerita rakyat mendasari penamaan Desa Bubuk di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Kisah hama yang halus sehalus tepung (bubuk), menjadi pengingat sekaligus tidak melupakan rasa syukur kepada Sang Pencipta. 

Desa Bubuk memiliki luas wilayah lebih kurang 12,9 km persegi. Berada di Kecamatan Rogojampi, desa ini terbagi dalam tiga dusun dan satu dukuh yakni Dusun Bubuk Krajan, Dusun Banje, Dusun Warengan, dan Dukuh Sukosari atau Gelundengan.

Desa Bubuk sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah. Desa Bubuk menjadi wilayah perbatasan antara Kecamatan Rogojampi dengan Kecamatan Singojuruh.

Sebuah sungai membelah desa yang membatasi antara Dusun Bubuk Krajan dengan Dusun Warengan dan Banje.

Beberapa gumuk (gunung batu) juga tersebar di desa Bubuk. Salah satu yang terkenal adalah Gumuk Kopek yang berada di perbatasan antara Dusun Bubuk Krajan dengan Dusun Warengan.

Dalam perjalanan ceritanya, Desa Bubuk dahulunya merupakan desa di mana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Dikisahkan, seluruh warga desa sangat makmur dengan sawah-sawah yang subur.

Desa mengalami panen raya dengan hasil pertaniannya yang melimpah ruah. Masyarakat desa rupanya melupakan anugerah yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

Tak ayal, hama penyakit kemudian menyerang tanaman pertanian milik warga.

Hama tersebut berbentuk bubuk halus seperti tepung, yang seketika saja membuat padi-padi yang siap panen terserang dan menjadi rusak.

Baca Juga: Asal Usul Nama Kaligung Banyuwangi Ternyata Bermula dari Sumber Air yang Deras

Gagal panen terjadi besar-besaran yang kemudian mengancam kehidupan masyarakat setempat akibat kelaparan.

Musim selanjutnya, seorang tokoh masyarakat setempat yaitu Buyut Kopek menamai desa ini dengan nama Desa Bubuk.

Ini sebagai bentuk perwujudan rasa syukur dan terima kasih dan mohon ampun kepada Sang Pencipta.

Sekaligus, nama ini untuk senantiasa mengingatkan masyarakat akan masa di masa lalu, di mana datangnya hama penyakit tersebut membawa malapetaka bagi masyarakat. (nic/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#hama #asal usul #rogojampi #Bubuk #Nama desa #banyuwangi #cerita rakyat