Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyak Sisa Peninggalan Istana Prabu Tawang Alun di Desa Macan Putih Kabat

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 4 Desember 2024 | 23:30 WIB
BATA BESAR: Salah satu situs bersejarah di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
BATA BESAR: Salah satu situs bersejarah di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id – Desa Macan Putih masuk wilayah Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Desa ini bisa dibilang kawasan yang penuh dengan situs peninggalan bersejarah.

Untuk menuju Desa Macan Putih, dapat diakses melalui jalan di selatan Jembatan Kali Tambong, Desa Pakistaji, yang berada di jalur Jalan Nasional Rute 3 Banyuwangi-Jember.

Akses pertama ini ditandai dengan sebuah gapura dan papan penunjuk arah menuju situs Prabu Tawangalun.

Alternatif lain adalah melalui simpang tiga di utara Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) di Desa Labanasem. Selain itu, Desa Macan Putih juga dapat dijangkau melalui Desa Jelun yang terletak di Kecamatan Licin.

Sementara itu, wilayah Desa Macan Putih sebagian besar terdiri dari lahan persawahan.

Namun, di Dusun Kopen Langi dan Dusun Kopen Laban yang berbatasan dengan Desa Pakel, lahan pertaniannya lebih didominasi oleh kebun buah-buahan, seperti pepaya serta beberapa tanaman kopi.

Permukiman penduduk di desa ini tersebar tidak merata di setiap dusun.

Penduduk Desa Macan Putih sebagian besar bekerja sebagai petani. Baik petani padi maupun buah-buahan.

Di bagian utara desa, yaitu di Dusun Kopen Langi, Kopen Laban, Sengkan Samak, dan Bangeran, terdapat kebiasaan unik. Penduduk biasanya meletakkan buah kopi di tengah jalan beraspal.

Tujuannya adalah agar buah kopi tersebut terlindas oleh kendaraan yang melintas, sehingga biji kopi dapat terpisah dari kulitnya secara alami.

Sementara itu, nama Macan Putih mulai dikenal ketika Prabu Tawangalun II mendirikan istana kerajaan (keraton) di wilayah tersebut dan memerintah di sana.

Meskipun pada akhirnya, kekuasaan itu diserahkan kepada saudaranya yakni Mas Wilabrata.

Istana ini dinamai Kraton Macan Putih, dengan sebuah gerbang di bagian selatan yang kini masuk wilayah Desa Gombolirang. Sisa-sisa keraton ini saat ini berada di situs Prabu Tawangalun.

Sebagai penanda kawasan bersejarah ini,  pada 15 Desember 2007, Pemkab Banyuwangi meresmikan monumen patung Prabu Tawangalun yang mengarah ke timur, ditemani seekor harimau berwarna putih.

Pada monumen tersebut terdapat tulisan “Tulien ngetan ilingo kawitane”, yang berarti “lihatlah ke timur dan ingatlah permulaannya.”

Selain monumen, ada juga etalase dari bahan semen yang menampilkan keramik dan terakota peninggalan Kerajaan Blambangan.

Di bagian bawah etalase, terdapat prasasti marmer bertuliskan “Kawasan Sejarah.” (gas/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#Prabu Tawang Alun #Macan putih #peninggalan #banyuwangi