Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Batu Rubah Merah Ini Jadi Permata Merah Khas Banyuwangi yang Bernilai Tinggi

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 11 November 2024 | 19:30 WIB
PALING DICARI KOLEKTOR: Kotak berisi beraneka ragam perhiasan batu akik jenis rubah merah yang digali dari kawasan Banyuwangi Selatan.
PALING DICARI KOLEKTOR: Kotak berisi beraneka ragam perhiasan batu akik jenis rubah merah yang digali dari kawasan Banyuwangi Selatan.

RADAR BANYUWANGI - Banyuwangi dianugerahi kekayaan alam luar biasa. Salah satunya adalah batu permata rubah. Dibandingkan daerah lainnya, permata rubah merah ini memiliki banyak keunikan.

Warna batu permata ini merah menyala. Jika diletakkan di gelas berisi air bening, air akan berubah warna menjadi merah. Selain itu, batu ini akan berubah warna dan motif menjadi lebih menyala, jika diolesi minyak. 

Sementara itu, proses penambangan batu ini tidaklah mudah. Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran. Namun saat mendapatkan bongkahan batu rubah, aliran cuan pun bisa diperoleh dengan mudah.

Tengok saja, nilai sebongkah batu rubah merah berukuran kepalan tangan dewasa bisa menembus angka Rp 5 juta.

Yang menarik, batu rubah merah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta batu akik yang menghargai keindahan alam. Ada pula yang memandangnya dari sudut pandang pengalaman mistis.

Sejumlah perajin akik rubah merah kini banjir pesanan. Sebab, jenis rubah Banyuwangi masih dianggap memiliki nilai jual yang cukup baik.

Selain rubah merah, ada juga beberapa batu permata khas Bumi Blambangan. Sebut saja pirus Banyuwangi, jasper Banyuwangi, kecubung es, kelabang merah, batu Purwo, dan batu merah putih.

”Semuanya asli Banyuwangi,’’ ujar Mohamad Muzhaki, perajin akik dari Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung.

Semua batu tersebut, kata Muzhaki, adalah bebatuan asli Banyuwangi. Untuk jenis rubah didapat dari daerah Gunung Gedek, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung.

Di lokasi yang sama juga ditemukan beberapa jenis batu seperti pirus Banyuwangi dan jasper. Kemudian untuk batu merah putih didapat dari wilayah Gunung Srawet, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.  

“Batu Banyuwangi terutama rubah, punya motif cantik dan unik. Biasanya selalu berubah mengikuti suhu panas dan dingin. Bisa mengubah air putih menjadi merah. Kalau kena dingin warnanya pekat, kalau kena panas motifnya semakin terlihat. Ini yang membuat batu rubah masih banyak dicari,” terang Muzhaki.

Sayangnya, karena saat ini lokasi pencarian batu-batu tersebut sudah dibatasi. Jenis batu rubah merah pun mulai sulit dicari.

Kelangkaan ini akhirnya berpengaruh kepada sulitnya untuk memenuhi kebutuhan dari permintaan pelanggan.

Padahal tahun 2014 silam, ketika dirinya masih menjadi penambang batu-batuan akik, bahan baku tersebut masih cukup mudah didapatkan.

“Dulu saya ikut menambang. Ya masih agak mudah mendapatkannya. Sekarang sudah tidak boleh mencari lagi,” terangnya. (nic/fre/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#Tambang #batu permata #Batu Rubah Merah #batu akik #batu mulia #perhiasan