Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jadi Material Tambang Penghasil Cuan, Ternyata Begini Asal Usul Pasir

Lugas Rumpakaadi • Senin, 11 November 2024 | 19:19 WIB
DIBUTUHKAN: Lokasi tambang galian C di Banyuwangi sebagai pemasok material pasir bahan bangunan.
DIBUTUHKAN: Lokasi tambang galian C di Banyuwangi sebagai pemasok material pasir bahan bangunan.

RADAR BANYUWANGI - Pasir merupakan salah satu bahan galian C. Pasir banyak digunakan sebagai material utama bahan bangunan.

Material pasir galian C memiliki ciri khas ukuran partikel besar dan tekstur kasar. Bahan ini kerap menjadi campuran untuk merekatkan bata atau pun pembuatan beton.

Untuk mendapatkan pasir, perlu proses penambangan yang biasanya dilakukan di beberapa titik tertentu atau di sekitar aliran sungai.

General Manager Ijen Geopark, Abdillah Baraas mengatakan, salah satu syarat keberadaan pasir adalah keberadaan gunung berapi aktif.

“Gunung berapi saat erupsi (meletus) akan memuntahkan material pasir, yang nanti akan ditambang untuk keperluan material bahan bangunan,” terangnya.

Di Banyuwangi, Abdillah menjelaskan, Gunung Raung menjadi salah satu sumber penyedia pasir, karena aktivitas vulkanik.

Tak hanya Gunung Raung, pada masa lampau, juga ada gunung api lain yang jadi produsen dari material pasir.

Di antaranya Gunung Ranti, Gunung Suket, dan Gunung Pendil. Oleh sebab itu, beberapa kecamatan kini tersedia cadangan pasir yang bisa ditambang, seperti di Kecamatan Songgon, Singojuruh, Genteng, Sempu, Rogojampi, Glenmore, hingga Kecamatan Kalibaru.

“Kalau di Songgon dan Rogojampi, itu karena di masa lampau ada erupsi Gunung Raung, yang material letusannya sampai di kedua kecamatan itu. Selain dari aktivitas erupsi, ada juga pasir yang terbawa aliran sungai,” imbuh alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Abdillah mencontohkan, aktivitas penambangan pasir di Sungai Setail, yang muaranya berasal dari Gunung Raung.

Tak hanya itu, aktivitas penambangan pasir serupa juga dilakukan di Kabupaten Lumajang yang sungainya berasal dari Gunung Semeru.

Meskipun sama-sama berasal dari gunung berapi, ada perbedaan kualitas pasir di masing-masing wilayah.

“Ini jadi salah satu alasan, pasir dari Lumajang punya kualitas bagus,” cetusnya.

Kualitas pasir Lumajang yang dinilai bagus, kata Abdillah, disebabkan karena material erupsi Gunung Semeru mengandung lava basaltic. Lava tersebut memiliki massa jenis lebih berat.

“Dampak positifnya, penggunaan pasir untuk material bangunan lebih efisien. Selain itu, aktivitas erupsinya tak sampai mengganggu penerbangan karena hanya berdampak di sekitar gunung, karena massanya lebih berat,” terangnya.

Hal ini, kata dia, berbeda dengan kondisi di Gunung Raung. Aktivitas vulkanik Gunung Raung cenderung bisa mengganggu penerbangan dan dampak erupsi lebih luas. (gas/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#galian c #asal usul #lahar #Tambang Pasir #lava #gunung merapi #vulkanik #gunung