RadarBanyuwangi.id – Gaharu adalah sejenis kayu keras berwarna kehitaman dan mengandung resin yang khas untuk parfum tradisional. Tak heran, bila gaharu sudah diperdagangkan sejak 2000 tahun silam.
Kayu gaharu dihasilkan oleh beberapa spesies pohon dari genus Aquilaria. Terutama Aquilaria malaccensis yang tumbuh asalnya dari Indonesia.
Sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu), gaharu telah menjadi komoditas perdagangan dari Kepulauan Nusantara. Komoditas ini menyebar hingga ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur.
Selanjutnya, gaharu diperdagangkan dengan harga jual yang sangat tinggi. Karena komoditas ini memiliki nilai komersial, terutama gaharu dari tanaman famili Themeleaceae dengan jenis Aquilaria spp yang terkenal sebagai gaharu beringin.
Selain ditentukan dari jenis tanaman penghasilnya, kualitas gaharu juga ditentukan oleh banyaknya kandungan resin dalam jaringan kayunya. Semakin tinggi kandungan resinnya maka harganya akan mahal dan begitu sebaliknya.
Sementara itu, perdagangan gaharu digolongkan menjadi tiga tingkatan yaitu gubal, kemedangan, dan abu.
Yang pertama, gubal mempunyai nilai yang sangat tinggi di pasaran karena aroma yang dihasilkan lebih kuat daripada kayu gaharu itu sendiri. Gubal yang berasal dari Gaharu Super memiliki harga pasar mencapai ratusan juta.
Yang kedua, kemedangan mengandung resin yang lebih sedikit dibandingkan dengan gubal. Aromanya lemah, berwarna cokelat atau abu-abu, memiliki serat kasar, dan tekstur yang lunak.
Yang ketiga atau terakhir adalah bubuk gaharu yakni berasal dari hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu.
Jenis-jenis gaharu asal Indonesia yang menghasilkan resin bila terinfeksi oleh kapang gaharu yakni Aquilaria beccarain, Aquilaria cumingiana, Aquilaria hilata, Aquilaria microcarpa.
Spesies gaharu ini akan menghasilkan resin wangi berwarna hitam apabila terinfeksi jamur seperti Fusarium, Pythium, Trichoderma, dan Popullaria.
Selanjutnya, hampir seluruh bagian dari pohon gaharu mempunyai nilai jual tinggi. Termasuk bagian daun, akar, kulit, dan buahnya, yang kerap digunakan sebagai campuran obat tradisional atau jamu.
Gaharu juga menjadi bahan dasar wewangian, karena memiliki aroma khas yang memiliki sifat menenangkan dan meredakan stres. (gas/bay)
Editor : Ali Sodiqin