RadarBanyuwangi.id - Mata air Sumber Gedor telah beroperasi sejak 1927. Sampai sekarang, instalasi yang dibangun oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda ini masih menjadi salah satu andalan PUDAM Banyuwangi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Tentunya, hal ini tidak terlepas dari upaya untuk menjaga kuantitas maupun kualitas air yang dihasilkan.
Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abd. Rahman menuturkan, mata air tersebut berada di tengah hutan alami seluas kurang lebih 15 hektare. Hutan yang berada di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro ini dijaga kealamiannya.
”Di sana banyak tumbuh pohon beringin dan tumbuhan alami lainnya. Terus dipertahankan guna menjaga sumber air tetap stabil,” tutur pria yang akrab disapa Dur itu.
Selain menjaga mata air dengan mempertahankan kealamian hutan, pihaknya juga menempuh upaya lain. Setiap tahun, kata Dur, pihaknya juga rutin mengadakan selamatan dan doa bersama di kawasan mata air.
”Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan Banyuwangi karunia berupa mata air Sumber Gedor. Juga agar selalu dimudahkan melakukan kerja-kerja dalam rangka melayani masyarakat,” kata pria asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng ini.
Selain dengan dua cara tersebut, imbuh Dur, PUDAM Banyuwangi juga selalu memastikan air yang disalurkan layak bagi masyarakat.
Pertama, air yang akan disalurkan ke masyarakat sudah diuji kelayakannya di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda). Pengujian tersebut dilakukan setiap bulan untuk memastikan kualitas air.
Kedua, mulai air pengampu sampai air di reservoir diberi disinfektan untuk memastikan air bersih dari bakteri yang berbahaya.
Ketiga, air yang akan disalurkan selalu dicek kandungan sisa klornya. ”Tahapan tersebut selalu kami pegang dalam rangka memberikan air yang aman kepada masyarakat,” ujar Dur.
Selain kelayakan dalam hal kualitas, imbuh Dur, kuantitas dan kontinuitas air juga tak luput dari perhatian PUDAM Banyuwangi.
Air yang disalurkan dipastikan cukup. ”Indikatornya adalah air mengalir selama 24 jam dengan tekanan minimal 0,7 bar,” imbuhnya.
Seperti diketahui, pada Sabtu (12/10) lalu Pemkab Banyuwangi mendapatkan penghargaan terbaik ke-3 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Penghargaan tersebut diberikan kepada BUMD penyedia air minum yang menunjukkan komitmen dan prestasi dalam pencapaian akses air minum aman sesuai prinsip 3K (kualitas, kuantitas, dan kontinuitas). (cw1/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin