Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dukung Kearifan Lokal Banyuwangi, Pos JPL Adopsi Rumah Adat Suku Osing

Niklaas Andries • Selasa, 15 Oktober 2024 | 01:00 WIB
KHAS: Bangunan pos jaga lintasan sebidang di Jalan Argopuro Banyuwangi berciri khas rumah adat Suku Osing.
KHAS: Bangunan pos jaga lintasan sebidang di Jalan Argopuro Banyuwangi berciri khas rumah adat Suku Osing.

RadarBanyuwangi.id – Bentuk bangunan pos Jalur Perlintasan Langsung (PJL) di Jalan Argopuro Banyuwangi ini sangat unik. Fasad bangunan tersebut mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing.

Suku Osing merupakan suku asli yang mendiami Banyuwangi. Seperti suku kebanyakan di Nusantara, Suku Osing juga memiliki kearifan lokal yang bisa bertahan eksis hingga kini. Salah satunya adalah rumah adat Osing.

Rumah adat Suku Osing bagian depan rumah tidak selalu menghadap ke jalan, seperti pada rumah-rumah pada umumnya. Rumah Adat Osing termasuk sederhana dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu, serta lantai yang biasanya masih berupa tanah.

Kayu pembentuk rumah Osing diukir dengan srengenge (matahari), bunga pare, selimpet, dan juga kawung, yang masing-masing memiliki makna filosofis. Motif  matahari melambangkan harapan akan masa depan rumah tangga yang cerah.

Motif bunga pare melambangkan kehidupan rumah tangga yang berlangsung lama dan terus menjalar. Motif kawung melambangkan kesetiaan pada pasangan, dan selimpet (garis-garis) melambangkan kasih sayang yang tidak terbatas.

Menurut bentuk atapnya, rumah adat Suku Osing dibedakan menjadi tiga yaitu Cerocogan, Tikel Balung, dan BaresanCerocogan adalah rumah Osing dengan satu atap saja dan dihuni oleh satu keluarga dengan ekonomi rendah.

Baresan adalah rumah Suku Osing dengan tiga sisi atap sehingga memiliki satu ruangan tambahan di sebelah kanan atau kiri. Rumah Baresan dihuni oleh keluarga dengan ekonomi menengah.

Sedangkan rumah Suku Osing Tikel Balung terdiri dari empat buah sisi atap. Sehingga memiliki ruang tambahan di kanan dan kiri rumah. Rumah Tikel Balung biasanya dihuni oleh keluarga kaya dan terpandang.

Kekayaan budaya arsitektur inilah, kemudian diaktualisasi dalam bentuk salah satu bangunan JPL di Banyuwangi. Persisnya JPL Argopuro di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Desain rumah adat Suku Osing itu tampak dari penggunaan material bangunan yang digunakan. Bangunan yang digunakan petugas PT KAI untuk mengontrol pintu lintasan tersebut merupakan hasil renovasi bernuansa adat Suku Osing.

Paling tampak menonjol, bangunan itu mempergunakan ornamen eksterior tembok bata dan tiang kayu. Pada bagian atap dibuat dengan model Tikel Balung, dengan posisi tetap menghadap langsung rel kereta api. Pos JPL yang dibangun dengan mengusung konsep kearifan lokal ini, setidaknya menjadi pengakuan pelestarian warisan budaya. (nic/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#Argopuro #rumah adat #rumah Suku Osing Tikel Balung #suku osing #Perlintasan KA #banyuwangi #arsitek