RadarBanyuwangi.id – Layang-layang tak hanya membahayakan penerbangan. Jaringan listrik PLN juga bisa terganggu gara-gara terkena layangan. Bila sampai listrik padam, dampaknya akan dirasakan puluhan ribu pelanggan.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Banyuwangi Agus Susanto menjelaskan, layang-layang saat ini mengancam keamanan jaringan listrik.
Sebab, ketika layangan putus dan mengenai jaringan listrik, bisa mengakibatkan kerusakan hingga menyebabkan pemadaman.
PLN ULP Banyuwangi Kota yang menaungi mulai wilayah utara yakni perbatasan Situbondo, Baluran, wilayah barat Paltuding Ijen, wilayah selatan perbatasan RSI Fatimah, mencatat ada beberapa kali kejadian gangguan listrik selama tahun 2023 akibat terkena layangan.
”Rata-rata padam di sini karena layangan tersangkut di jaringan 20 kilovolt. Jaringan itu merupakan jaringan utama dari listrik PLN kepada masyarakat. Jadi, ketika terjadi padam di saluran utama, dampak padamnya meluas,” jelas Agus.
Selain terhentinya aliran listrik dari PLN ke konsumen, imbuh Agus, gangguan layang-layang juga berpotensi menimbulkan ledakan. Sedangkan efek dari ledakan itu membuat beberapa material rusak.
”Bisa jadi kalau kena trafo, pasti trafonya rusak. Kalau kena penghantar maupun saluran itu bisa rantas saluran tersebut. Kadang juga kalau efek ledakannya besar itu bisa membuat bunga api, itu sangat membahayakan,” tegasnya.
Agus menyebut, dari beberapa kejadian pemadaman tersebut rata-rata terjadi di wilayah perkotaan.
Setiap kali kejadian gangguan akibat layang-layang yang tersangkut jaringan, bisa sampai 10 ribu pelanggan terkena dampak pemadaman.
”Kalau misalnya layangan ini mengenai saluran utama, berarti dia menyuplai seluruh trafo yang ada di saluran tersebut. Per kejadian bisa sampai 10 ribu pelanggan itu mengalami dampak padam,” terangnya.
Meski begitu, Agus memastikan bahwa penanganan gangguan akibat layang-layang tidak sampai berlangsung lama. Sebab, tidak ada material yang mengalami kerusakan.
”Untuk penormalan tidak lama karena dari beberapa kejadian material tidak ada yang rusak, murni terkena layangan, timbul ledakan, terjadi pemadaman listrik. Setelah itu layangan kami amankan, setelahnya bisa kami normalkan kembali,” terangnya.
Agus menambahkan, gangguan jaringan listrik akibat layang-layang tidak hanya terjadi di ULP Banyuwangi Kota saja. Di ULP Jajag, ULP Rogojampi, ULP Genteng, dan ULP Muncar juga tidak luput dari gangguan layang-layang setiap tahunnya.
”Tiap tahun pasti ada kasus gangguan jaringan akibat layang-layang. Oleh karena itu, kami mengimbau pada masyarakat agar tidak bermain layangan di dekat jaringan atau berpotensi jatuh ke jaringan listrik PLN. Karena merugikan masyarakat,” pungkas Agus. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin