Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Benang Layangan Nyangkut di Pesawat Latih, AirNav Banyuwangi Sebut Sudah Ada 33 Laporan Bahayakan Penerbangan

Dedy Jumhardiyanto • Sabtu, 20 Juli 2024 | 14:14 WIB
Photo
Photo

RadarBanyuwangi.id – AirNav Indonesia Cabang Pembantu Banyuwangi kembali mengingatkan agar masyarakat agar tidak bermain layang-layang di sekitar bandara.

Sebab, hal tersebut bisa berakibat fatal dan membahayakan penerbangan.

Bukti nyata kejadian layang-layang membahayakan penerbangan sudah terjadi tahun 2020 silam. Saat itu, AirNav menerima laporan mengenai kasus pesawat yang menabrak layang-layang.

Empat benang layang-layang pun sempat menyangkut di badan pesawat milik sebuah lembaga penerbangan di Banyuwangi.

Beruntung, pilot sekolah penerbangan yang mengoperasikan pesawat kala itu masih bisa menguasai keadaan. Meski keselamatannya sempat di ujung tanduk, mereka akhirnya bisa kembali dengan selamat.

Sementara itu dari data AirNav, sepanjang tahun 2019 lalu sudah ada tujuh laporan terkait layang-layang yang mengganggu keselamatan penerbangan di Bumi Blambangan.

Sedangkan pada tahun 2020, tercatat ada delapan laporan kejadian.

”Untuk tahun 2023 ini, sudah ada 33 laporan yang masuk terkait layang-layang,” ungkap Kepala Cabang Pembantu AirNav Banyuwangi Aditya Bahtera Putra.

Menurut Aditya, dari 33 laporan kejadian itu, paling banyak terjadi pada bulan Juli 2023 yakni sebanyak 11 laporan.

Selain itu, berurutan laporan kejadian layang-layang pada bulan Mei 2023 sebanyak tiga laporan, pada bulan Juni 2023 sebanyak tujuh laporan kejadian.

Sedangkan pada Agustus 2023 lalu ada enam laporan kejadian. Nah, pada September 2023 ini sudah masuk enam laporan gangguan oleh layang-layang.

Aditya berharap, masyarakat tidak bermain layang-layang di sekitar area Bandara Internasional Banyuwangi. Sebab, benang layang-layang yang tersangkut di badan pesawat sehingga dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Apalagi, pesawat latih yang digunakan Akademi Pilot Indonesia (API) maupun sekolah pilot lainnya, merupakan jenis pesawat dengan satu baling-baling.

Jika benang layang-layang sampai melilit baling-baling pesawat, tentu akan menyebabkan mesin mati. Bahkan, bisa timbul kebakaran karena mesin yang macet. ”

Pasti bahaya. Kalau melilit, mesin bisa mati mendadak karena baling-baling dan mesinnya hanya satu,” jelas Aditya.

Untuk mencegah potensi kecelakaan selama proses penerbangan, AirNav akan melakukan sosialisasi ke sejumlah tempat. Terutama di daerah yang digunakan sebagai wilayah udara penerbangan.

Sasarannya yakni kawasan sekitar bandara yang meliputi Kecamatan Blimbingsari, Rogojampi, Singojuruh, dan Songgon.

Selain itu, masih ada enam kecamatan wilayah udara penerbangan Bandara Banyuwangi. Di antaranya Kecamatan Muncar, Cluring, Genteng, Bangorejo, Tegaldlimo, dan Siliragung.

Layang-layang yang diterbangkan di sekitar bandara dan wilayah penerbangan udara (point training), tentunya sangat membahayakan.

Selain mengganggu kinerja pesawat, potensi gangguan tersebut juga berisiko terhadap keselamatan para penumpang di dalam pesawat.

Perihal keselamatan penerbangan tersebut telah diatur dalam UU Penerbangan. Yakni Undang-Undang Penerbangan No 1 Tahun 2009 Pasal 421 ayat 2.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, pelanggar dapat terancam pidana penjara selama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Untuk itu, kata Aditya, pihak bandara telah melakukan penertiban agar masyarakat tidak menerbangkan layang-layang, balon udara, melepas balon ke udara, menerbangkan drone atau pesawat tanpa awak.

”Kalau di area bandara, sejauh ini pihak PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandar Udara Banyuwangi bersama stakeholder sudah rutin melakukan sosialisasi kampanye keselamatan penerbangan terkait bahaya layang-layang di area bandara. Namun, untuk di luar wilayah tersebut, kita memerlukan dukungan dan tindakan dari stakeholder terkait,” pungkasnya. (ddy/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#benang #Layang-Layang #penerbangan #airnav #sekolah #pilot #pesawat #layangan #banyuwangi