Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

5 Strategi Jitu Toko Madura yang Bikin Minimarket Ketar-Ketir

Ali Sodiqin • Sabtu, 4 Mei 2024 | 19:41 WIB
RAMAI: Salah satu toko Madura di Dusun Krajan, Tegalrejo, Mayang, Jember Regency, Jawa Timur.
RAMAI: Salah satu toko Madura di Dusun Krajan, Tegalrejo, Mayang, Jember Regency, Jawa Timur.

RadarBanyuwangi.id – Toko madura sedang ramai diperbincangkan di mana-mana. Keberadaan warung tradisional konon mengancam toko modern yang lebih dulu eksis.

Toko Madura tersebar hampir di semua sudut kota besar maupun kecil. Jaraknya juga berdekatan.

Toko kelontong yang menjual aneka sembako dan kebutuhan dasar ini dengan mudah kita jumpai di pinggir jalan.

Kini, toko yang buka 24 jam ini menjadi saingan berat bagi minimarket modern yang lebih dulu membuka lapak. Seperti Alfamart, Indomaret, Basmalah, Alhamdulillah, dan lain-lain.

Bagaimana warung Madura bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang ketat?

Apa saja kunci sukses mereka dalam mengelola usaha toko kelontong?

Inilah yang diungkap oleh Dewa Eka Prayoga, seorang pakar marketing yang terkenal di dunia maya.

Seperti dikutif dari Jawa Pos Radar Madura, Dewa Eka Prayoga membagikan video di channel YouTube-nya pada 3 Maret 2023 lalu.

Dalam video tersebut, Dewa Eka Prayoga menjelaskan empat strategi bisnis yang diterapkan pemilik toko Madura.

Berikut adalah rangkuman dari video tersebut:

1. Sedia Kebutuhan Pokok

Salah satu faktor yang membuat toko Madura diminati banyak orang adalah variasi barang yang mereka jual.

Warung Madura tidak hanya menjual makanan dan minuman. Melainkan juga barang-barang rumah tangga seperti jajanan, rokok, gas, galon air, token listrik, dan lain-lain.

Menurut Dewa Eka Prayoga, Warung Madura menjadi pilihan utama bagi ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan barang-barang tersebut.

Apalagi, Warung Madura biasanya berlokasi di tengah-tengah pemukiman warga, sehingga mudah dijangkau.

"Warung ini jadi langganan ibu-ibu untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

2. Harganya murah

Faktor lain yang membuat toko Madura banyak dicari adalah harga barang yang mereka tawarkan.

Dewa Eka Prayoga mengatakan, warung Madura memberikan harga yang relatif murah dibandingkan dengan toko-toko sejenis.

Hal itu diterapkan karena pemilik toko Madura bersedia mengambil margin keuntungan yang tipis asalkan volume penjualan mereka tinggi.

Karena itu, Warung Madura hampir tidak pernah sepi pembeli.

Bahkan, ada yang buka selama 24 jam tanpa henti. "Ini yang jarang ada di minimarket modern, buka 24 jam, gokil," ujar Dewa.

3. Jaga Hubungan dengan Supplier

Strategi bisnis selanjutnya yang diterapkan Toko Madura adalah menjaga hubungan baik dengan supplier atau pemasok barang.

Dewa Eka Prayoga menuturkan, hal ini sangat penting untuk mendapatkan harga barang yang terbaik dan bisa bersaing dengan toko lain.

Dengan begitu, toko Madura bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan dari bisnis mereka. "Ujung-ujungnya Anda dapat profit yang luar biasa," kata Dewa.

4. Tidak Ada Biaya Parkir

Hal terakhir yang membedakan Toko Madura dengan minimarket adalah tidak adanya biaya parkir.

Dewa Eka Prayoga mengatakan, hal ini membuat konsumen merasa lebih nyaman dan hemat saat berbelanja di Warung Madura.

Sebaliknya, jika berbelanja di minimarket, konsumen harus mengeluarkan uang tambahan untuk membayar parkir kendaraan mereka.

Meski biaya parkir murah, namun membayar uang parkir ini membuat tidak nyaman pengunjung. Hal ini tentu saja menjadi kekurangan bagi minimarket.

"Ini salah satu kelebihan Warung Madura dibandingkan minimarket," kata Dewa.

5. Tanpa gengsi

Banyak orang yang mungkin meremehkan bisnis toko kelontong dan tidak mau terjun ke dalamnya.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi pemilik Warung Madura. Dewa Eka Prayoga menjelaskan, orang Madura memiliki etos kerja luar biasa dan tidak mengenal gengsi.

Mereka fokus pada hasil yang bisa mereka capai dari bisnis mereka, bukan pada penampilan atau status sosial mereka.

Itulah yang membuat Warung Madura bisa sukses dan meraup omzet puluhan juta per bulan.

"Etos kerjanya luar biasa. Tidak ada gengsi di dalamnya. Yang penting bisa mendapat cuan," tutup Dewa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#toko #warung madura #strategi jitu #alfamart #Strategi #tradisional #toko modern #kebutuhan pokok #minimarket #Toko Madura #Toko Kelontong #indomaret #sembako #marketing