RadarBanyuwangi.id – Selangkah lagi Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha/9/2 Kostrad Jember berpindah ke Banyuwangi.
Lokasinya di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Pasukan Kostrad tersebut bakal menempati lahan seluas 40 hektare.
Sejumlah gedung untuk keperluan pasukan sudah dibangun.
Mulai rumah dinas komandan batalyon, rumah dinas wadan batalyon, perumahan bintara, serta gedung perkantoran.
”Kalau untuk peresmiannya kami masih belum mendapat informasi secara resmi,” ungkap Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Kav) Eko Julianto Ramadan MTr.
Ada beberapa keuntungan jika Banyuwangi memiliki batalyon.
Antara lain keamanan terjaga dengan baik mengingat wilayah Banyuwangi yang begitu luas.
Banyuwangi sebagai batas timur Pulau Jawa menjadi pintu masuk bagi sebagian besar orang yang akan menuju Pulau Jawa.
Ditambah kedekatan jarak Banyuwangi dengan Pulau Bali yang mudah dimasuki warga asing hingga mata-mata.
Belum lagi jika ada event internasional di Bali maupun acara kenegaraan di Banyuwangi yang tentunya membutuhkan pengamanan ketat.
Sebelum ada batalyon di Banyuwangi, biasanya harus menunggu pasukan dari Jember atau Malang. Padahal, jarak dari Malang dan Jember cukup jauh.
Jika ada Markas Yonif Raider 515 di Banyuwangi, maka gerakan pasukan lebih cepat dan efisien.
Kepala Desa Pakistaji Khotibul Umam mengatakan, keberadaan Markas Yonif Raider 515 memberikan dampak positif bagi masyarakat dan juga pemerintahan desa.
”Kalau ada kegiatan sosial kemasyarakatan, para personel sering kali ikut terlibat. Yang penting ada komunikasi yang baik antara personel TNI AD Yonif 515 dengan masyarakat,” ujarnya.
Selama ini, jalinan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Pakistaji sangat baik.
Meskipun secara resmi belum beroperasi, setidaknya satu kompi pasukan penjagaan dan pemeliharaan di markas tersebut telah memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.
”Jelas dari segi keamanan menjadi lebih terjamin dengan adanya personel militer di desa kami,” kata Umam.
Keberadaan pasukan pengamanan juga memberikan income atau pemasukan bagi perekonomian masyarakat sekitar, khususnya di Desa Pakistaji.
”Setidaknya, para personel tersebut juga melakukan transaksi pembelanjaan kebutuhan sehari-hari di toko dan warung sekitar lokasi markas. Yang jelas ada perputaran uang seiring dengan keberadaan personel di markas tersebut,” tandas Umam.
Dilansir dari akun Puspen TNI, jika markas Batalyon Raider 515 dipindah ke Banyuwangi, akan ada 1.000 personel yang menempati batalyon.
Di Jember, ada dua batalyon di bawah Kostrad, yaitu Yonif Raider 509/Balawara Yudha dan Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha.
Meski belum secara resmi dipindah, markas Yonif Raider 515 di Desa Pakistaji pernah digunakan sebagai lokasi Latma Super Garuda Shield yang diikuti 2.810 prajurit TNI dan 2.165 personel negara asing pada 31 Agustus sampai 13 September 2023 lalu.
Untuk menampung para tentara tersebut, tenda berukuran besar berwarna putih didirikan di markas Satuan Yonif Raider 515 Kostrad di atas lahan seluas 40 hektare tersebut. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin