Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Markas Militer Bermunculan di Banyuwangi; Ada Brimob, Yonif 515 Kostrad, hingga Garnisun

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 30 Januari 2024 | 20:50 WIB
Komandan Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKP Agus Hari Widodo (kanan) memantau anggotanya yang sedang jaga, Senin (29/1).
Komandan Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKP Agus Hari Widodo (kanan) memantau anggotanya yang sedang jaga, Senin (29/1).

RadarBanyuwangi.id – Keamanan wilayah Banyuwangi semakin lengkap dengan kehadiran tiga matra TNI.

Ada Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD), dan Angkatan Udara (AU).

Terbaru pasukan Brimob yang juga mendirikan markas baru di Muncar.

Kemajuan pesat Banyuwangi harus diimbangi dengan kondisi wilayah yang kuat.

Gangguan dari luar maupun dari dalam harus dicegah sedini mungkin.

Melihat pesatnya kemajuan Banyuwangi, rasanya perlu diimbangi dengan kehadiran personel pengamanan yang solid.

Di sektor laut, Banyuwangi punya Pangkalan TNI AL. Keamanan darat juga begitu.

Selain ada Kodim 0825, Banyuwangi segera punya batalyon TNI AD, yaitu Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 515/Ugra Tapa Yudha/9/2 Kostrad. Lokasinya di Desa Pakistaji Kecamatan Kabat.  

TNI Angkatan Udara (AU) tak mau ketinggalan. Rencananya, TNI AU akan membuka pangkalan  di Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Proses pengukuran lahan sudah dilakukan sebagai salah satu syarat alih fungsi aset lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI kepada Kementerian Pertanahan RI.

Sementara itu, makin banyaknya kunjungan pejabat penting dari pusat, mengharuskan TNI mendirikan Sub Komando Garnisun Tetap (Sub Kogartap) di Banyuwangi.

Kantor yang berada di bawah Kogartap III/Surabaya itu untuk sementara menempati eks kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi di Jalan Adi Sucipto.

Pasukan elite Polri juga mendirikan markas baru di Banyuwangi, yaitu Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Markas Brimob ini ditempatkan di lahan seluas 6 hektare meter di selatan Mapolsek Muncar.

Proses pembangunan markas diawali dengan flat dua lantai yang baru diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (28/12/2023).

”Sebelumnya, markas kami ikut di Mapolsek Muncar,” ungkap Komandan Kompi (Danki) AKP Agus Hari Widodo kemarin (29/1).

Menurut Agus, markas Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim itu ditargetkan mampu menampung lima Satuan Setingkat Peleton (SST).

”Saat ini anggota yang sudah ada di markas tiga SST,” terangnya. Namun, Agus enggan menyebutkan jumlah pasti anggotanya.

Di markas tersebut sudah tersedia persenjataan serta perlengkapan hingga kendaraan lapis baja.

Semuanya untuk menunjang kebutuhan operasional Brimob di wilayah Banyuwangi.

”Sudah lengkap, hanya saja proses pembangunan markas masih berjalan, mudah-mudahan bisa segera diselesaikan,” kata Agus.

Terkait tugas yang diemban, Agus menyebut Brimob menangani kejahatan berintensitas tinggi.

”Contohnya seperti kerusuhan yang melibatkan senjata api, ancaman bom, sampai ancaman senjata kimia dan radioaktif,” ujarnya.

Tak hanya itu, Brimob juga ikut hadir menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

”Kami mengemban tugas membantu menjaga ketertiban di wilayah Polresta Banyuwangi,” jelas Agus.

Sebelum dibangun di wilayah Muncar, markas Brimob terdekat di wilayah tapal kuda berada di Kabupaten Bondowoso.

Anggota Brimob di wilayah itu bertugas untuk empat kabupaten, yaitu Kabupaten Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

”Baru pada tahun 2023 dibangun markas baru di Banyuwangi,” terangnya.

Agus menyebut, ada beberapa pertimbangan pemilihan lokasi di Banyuwangi. Di antaranya markas Brimob itu memang harus ada di wilayah perbatasan.

”Banyuwangi ini perbatasan Provinsi Jawa Timur dengan Bali dan ada objek vital nasional (obvitnas) seperti pelabuhan dan bandara,” ujarnya.

Kemajemukan penduduk di wilayah Banyuwangi, imbuh Agus, juga turut menjadi alasan dibangunnya markas baru Satbrimob Polda Jatim itu.

”Sebagai langkah preventif, karena kita tahu Banyuwangi menjadi sorotan di tahun 1997–1998 dengan adanya kasus ninja,” pungkasnya. (gas/abi/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#brimob #kostrad #Yonif #banyuwangi #garnisun #markas militer