Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cerita Asal Mula Dusun Kalimati di Kecamatan Muncar, Aliran Sungai Jadi Pembuangan Limbah, Mengeras Lalu Mati

Dedy Jumhardiyanto • Senin, 1 Januari 2024 | 15:30 WIB

PADAT PENDUDUK: Kawasan permukiman di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
PADAT PENDUDUK: Kawasan permukiman di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
 

RadarBanyuwangi.id – Ada Dusun Kalimati yang terletak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Selalu ada cerita asal mula nama dusun ini.

Dalam Bahasa Jawa, Kalimati merupakan sungai atau saluran yang buntu (mati). Salah satu faktgor penyebabnya adalah banyaknya sedimen yang mengeras.

Sementara itu di Kecamatan Muncar, ada Sungai Kalimati yang memiliki anakan sungai yang tembus sampai ke laut Muncar.

Kalau melihat sejarahnya dulu, sebelum berdiri pabrik-pabrik yang merambah pesat di wilayah Desa Kedungrejo, Sungai Kalimati boleh dibilang sungai yang normal.

Bahkan, air laut pada masa itu bisa sampai naik ke aliran muara ketika air mengalami pasang naik tertinggi.

“Dulu, perahu-perahu nelayan juga bisa masuk dan parkir di tepi aliran Sungai Kalimati. Lebih tepatnya dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalimati,” ujar Jefri, 39, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Namun sejak adanya reklamasi di Pelabuhan, Muncar aliran sungai yang sebelumnya lurus, jadi sedikit membelok ke arah selatan dari arah Dusun Sampangan. Akibatnya, aliran air laut sulit masuk ketika pasang.

Perahu dan kapan nelayan juga tak lagi bisa masuk untuk parkir di aliran sungai.

“Muara Sungai Kalimati ini dulu sebagai tempat nelayan setempat menyandarkan perahu-perahu dari terpaan kencangnya gelombang pasang air laut,” katanya.

Seiring perkembangan zaman, industry perikanan dan aneka pengolahan hasil laut di Muncar semakin berkembang. Pabrik berskala besar hingga industri rumah tangga tumbuh subur.

Kondisi ini menyebabkan aliran Sungai Kalimati berubah menjadi tempat pembuangan limbah. Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan.

Yang mengalir bukan lagi air sungai pada masa itu. Melainkan air bercampur limbah pabrik-pabrik pengolahan ikan dan hasil laut lainnya.

Aliran limbah yang mengalir itu berwarna kecokelatan dan mengandung minyak. Bahkan tak jarang, limbah tersebut juga menimbulkan bau tak sedap.

Belum lagi, banyak sampah yang dibuang sembarangan ke daerah aliran sungai tersebut pada masa itu.

Pada perkembangan selanjutnya, aliran sungai pun mati. Karena limbah pabrik dan sampah rumah tangga itu menyebabkan aliran sungai menjadi mati.

Bahkan permukaan sungai juga mengeras. Sesuai namanya, benar-benar menjadi sungai yang mati alias Kalimati.

Sejak dulu sampai sekarang, aliran sungai yang terletak di Dusun Kalimati ini tidak berfungsi layaknya sungai pada umumnya.

Tak ada lagi air yang mengalir lancar dari hulu sampai ke hilir. Maka tak heran, aliran sungai tersebut kini disebut kawasan Kalimati. (ddy/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#nelayan #nama #Sampah #Sungai #mati #perahu #banyuwangi #kalimati #limbah #muncar