RadarBanyuwangi.id – Ada dua nama Kalibaru di Bumi Blambangan. Yang pertama adalah nama sungai terpanjang di Banyuwangi.
Yang kedua adalah nama kecamatan, sekaligus hulu alias sumber sungai terpanjang tersebut.
Siapa yang tidak kenal dengan Kecamatan Kalibaru. Wilayah ujung barat Kabupaten Banyuwangi ini, memiliki pesona dna potensi besar di berbagai bidang.
Sebut saja bidang pertanian hingga pariwisata. Kecamatan Kalibaru memiliki pesona alam yang besar. Mulai dari sungai, air terjun, hingga pegunungan.
Yang paling baru, Kalibaru menjadi salah satu pusat wisata olahraga dirgantara, tempat para penggemar paralayang dan paramotor menyalurkan hobinya.
Seperti dijelaskan Camat Kalibaru, Susanto. Wilayah Kalibaru, kata dia, terus bertranformasi menjadi lebih baik.
"Kalibaru itu daerah yang indah terdiri dari perbukitan dan langsung di bawah lereng Gunung Raung. Tidak lupa ada Sungai Kalibaru sejak dulu ada tembus hingga Kecamatan Pesanggaran," ujarnya.
Dalam rangka mengembangkan daerahnya, Kecamatan Kalibaru mulai memberdayakan sungai-sungai yang ada di sekitar.
Seperti dimanfaatkan untuk destinasi wisata berupa arum jeram hingga lainnya.
"Perkembangan sejauh ini pengembangan destinasi wisata sungai. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah Kecamatan Glenmore. Berdiri hotel lama Margo Utomo sejak zaman Belanda. Tapi sampai sekarang masih berfungsi. Kami juga bergerak di peternakan susu perah," ucapnya.
Susanto optimistis, wilayah Kalibaru menjadi salah satu lumbung padi Banyuwangi. Sebab, pengairan di Kalibaru mumpuni dan cukup besar.
"Kami ada destinasi perkebunan yang didukung lokasi Air Terjun Tirto Kemanten. Ada juga Air Terjun Batu Gurung yang masih belum banyak terjangkau," jelasnya.
Terakhir, Kecamatan Kalibaru memiliki terowongan terpanjang di Jawa.
Tak lain adalah Terowongan Gumitir yang menjadi satu-satunya perlintasan kereta api menuju area Banyuwangi. (rei/bay)
Editor : Ali Sodiqin