Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Salah Satu yang Terbesar di Banyuwangi, Debit Sungai Tambong Pun Menyusut Gegara Fenomena El Nino

Ayu Lestari • Minggu, 19 November 2023 | 21:00 WIB
MASIH KOKOH: Jembatan tua berdiri di atas aliran Sungai Tambong di Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
MASIH KOKOH: Jembatan tua berdiri di atas aliran Sungai Tambong di Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id – Pada jalur utama Banyuwangi menuju Jember, ada Jembatan Tambong yang populer sebagai kawasan rawan laka. Aliran sungai di bawah jembatan itu juga dikenal relatif deras.

Sungai Tambong terletak di pinggiran selatan kawasan kota Banyuwangi. Dulu, aliran sungai ini hanya melewati wilayah Kecamatan Licin dan Kecamatan Kabat.

Namun kini, Sungai Tambong juga melintasi wilayah Kecamatan Blimbingsari. Sebab, hilirnya ada Desa Sukojati yang dulu masuk wilayah Kecamatan Kabat, tetapi setelah adanya pemekaran desa tersebut menjadi bagian Kecamatan Blimbingsari.

Panjang aliran Sungai Tambong kurang lebih 24,347 kilometer (km). Hingga saat ini, Sungai Tambong tetap mengalir dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sungai ini tetap jadi andalan petani untuk memenuhi kebutuhan irigasi. 

Korsda PU Pengairan Kecamatan Kabat Asnari mengatakan, Sungai Tambong merupakan salah satu sungai terbesar di Bumi Blambangan.

Terdapat tiga dam yang terhubung dalam aliran Sungai Tambong. Dimulai dari yang paling hulu yakni Dam Poncowati yang masuk wilayah Desa Tambong, Kecamatan Kabat.

Yang kedua, imbuh Asnari, ada Dam Sukun Satu yang masuk wilayah Kecamatan Kabat. Sedangkan yang ketiga, Dam Sukun Dua yang juga masuk wilayah Kecamatan Kabat.

”Dam yang masuk aliran Sungai Tambong itu lengkap dari hulu hingga hilir. Kami bersyukur semua bersih, relatif tidak ada timbunan sampah di Sungai Tambong,” ujarnya.

Asnari mengungkapkan, Sungai Tambong merupakan salah satu lokasi pengairan yang hingga saat ini tergolong minim mengalami luapan air atau banjir.

Hal tersebut terjadi karena Sungai Tambong memiliki lokasi yang aman. Aliran sungai ini berada di pinggir sawah dan banyak tebing.

”Alirannya tidak sampai melewati permukiman masyarakat. Jadi, sejauh ini bersyukur aman saja,” tuturnya.

Meski demikian, Asnari mengaku saat ini debit air di Sungai Tambong sedikit mengalami penyusutan. Ini akibat cuaca kemarau ekstrem dampak dari El Nino yang telah terjadi selama beberapa bulan.

”Kurang lebih 60 persen air sedikit mengering. Namun, tetap masih difungsikan dengan baik. Intinya masih mencukupi untuk kebutuhan tanaman masyarakat,” tandasnya. (tar/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#irigasi #debit #jembatan #Tambong #kemarau #el nino #kabat #Sungai #banyuwangi #rawan laka