RadarBanyuwangi.id – Sungai Selogiri di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi ini punya banyak daya tarik.
Sungai sepanjang 6,173 kilometer (km) tersebut melintasi kebun, hutan, serta memiliki air terjun di kawasan hulu.
Air Terjun Selogiri terletak 13 km arah utara dari pusat kota Banyuwangi. Tempat wisata ini menawarkan kesejukan alam.
Pengunjung yang ingin berwisata ke lokasi tersebut dari arah selatan bisa mengambil jalan menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang.
Setelah melewati Terminal Sritanjung, akan ditemui papan petunjuk yang mengarah ke sebuah jalan setapak yang tidak terlalu lebar menuju ke lokasi Air Terjun Grand Tancak Diva Selogiri. Papan petunjuk ini berada di sebelah barat jalan.
Dari jalan raya utama, lokasi air terjun hanya berjarak sekitar 7 km. Pengunjung dapat menempuh perjalanan menuju lokasi dengan kendaraan sekitar 40 menit.
Air Terjun Selogiri terletak di kawasan Perkebunan PTPN XII Selogiri, Kecamatan Kalipuro. Berkunjung ke air terjun ini menjadi tantangan tersendiri.
Jalanan yang berbatu menjadi medan yang menantang bagi pengunjung untuk sampai ke destinasi tersebut.
Pohon jati mendominasi kawasan perkebunan tersebut. Pepohonan yang rindang nan hijau tampak segar dipandang mata.
Sesekali terdengar kicau burung, yang menjadi teman setia pengunjung selama berada di kawasan hutan jati tersebut.
Suasana sejuk begitu terasa mendominasi area sekitar air terjun yang dipenuhi bebatuan ini. Pengunjung yang mengendarai mobil diharuskan lebih berhati-hati karena medan jalan sempit dan berbatu.
Setelah beberapa lama, akan ditemui jembatan dengan papan nama Hutan Pendidikan Blok Selogiri. Masuk ke lokasi ini dan teruskan perjalanan hingga tiba di Pos Arboretum.
Dari Pos Arboretum, lokasi air terjun tidak jauh. Dari sini, pengunjung bisa berjalan kaki melewati jalan setapak sekitar 200 meter menuju lokasi.
Pengunjung tidak dikenakan tarif untuk menuju ke lokasi Air Terjun Selogiri. Tempat tersebut terlihat lengang. Sebab, akses jalan masih buruk apalagi di saat musim hujan.
Di area wisata yang masih alami itu hanya terpampang tulisan peringatan yang terbuat dari papan kayu. Sarana yang kurang lengkap serta akses jalan yang kurang mendukung menjadi penyebab sepinya wisata air terjun ini.
”Sungai Selogiri tergolong kali yang masih jernih karena banyak sumber air yang mengalir. Lokasi tersebut juga kerap dijadikan tempat untuk latihan marinir,” ujar Ahmad, warga Desa Ketapang.
Selain air terjun, terdapat sumber mata air yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai tempat mandi Putri Sekardadu yakni istri Syech Maulana Ishaq.
Sekadar diketahui, Putri Sekardadu adalah putri Raja Blambangan yaitu Prabu Minak Sembuyu.
Bagi sebagian orang yang meyakini, mandi di sumber air tersebut bisa membuat awet muda dan cepat mendapatkan jodoh.
Pengunjung yang datang biasanya menyempatkan diri untuk sekadar membasuh muka di sumber air tersebut. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin