Jawa Pos Radar Banyuwangi – Banyak bekas lintasan kereta api (KA) yang kini dimanfaatkan sebagai jalan raya. Mulai dari pusat kota Banyuwangi hingga wilayah Banyuwangi Selatan.
Salah satu jalan raya bekas rel KA yang lumayan panjang adalah rute Rogojampi–Benculuk. Jalur ini dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) Oosterlijnen tahun 1921 dari Rogojampi ke Srono.
Selanjutnya, tahun 1922 dari Srono ke Benculuk. Jalur ini beroperasi sampai tahun 1976 silam. Namun kemudian, rute KA ini dinonaktifkan.
Sedangkan segmen ke stasiun lama Banyuwangi resmi ditutup pada 31 Maret 1988. Sejak 1990-an, jalur ini sudah tidak dioperasikan lagi karena digantikan oleh jalur baru dari Stasiun Kabat menuju Stasiun Ketapang.
Karena sudah tak aktif lagi, kondisi jalur lama perlintasan KA ini menyisakan sebagian rel yang terpendam di dalam tanah. Sebagian bekas rel juga muncul di tepi jalan. Ada juga sisa fondasi jembatan dan stasiun nonaktif.
Keadaan di jalur rel ini berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lain. Jalur bekas perlintasan KA ini terbentang dari Benculuk, Kecamatan Cluring sampai ke Kecamatan Banyuwangi.
Jalur yang melewati Srono, Mangir, Gladag, Kedaleman, Rogojampi, hingga Desa Kedayunan masih ada bekasnya. Meskipun tanda rel itu hanya tinggal besi rel yang terpendam tanah.
Sebut saja di Perumahan Kalirejo Permai, tampak besi-besi rel ini sudah dilepas. Sedangkan perlintasan kereta di Jalan S. Parman telah dibangun pos polisi lalu lintas di atasnya.
Yang menarik, Jalan Kepiting Banyuwangi merupakan bekas rel KA sudah tidak difungsikan. Pada sisi kanan dan kiri Jalan Kepiting terdapat besi tiang berkarat sebagai tanda rel kereta pernah ada di sana.
Sementara itu, perkampungan warga dan kompleks pertokoan dibangun di atas rel yang telah mati di wilayah Kelurahan Kertosari hingga stasiun lam di Kelurahan Karangrejo.
Beberapa palang perlintasan manual juga masih ada, seperti yang terdapat di rel yang melintasi Jalan Ikan Sadar di Kelurahan Karangrejo.
Beberapa bekas gedung atau pabrik industri juga terdapat di lokasi-lokasi dekat jalur rel menandakan bahwa dulu terdapat kegiatan industri yang memanfaatkan kereta api.
Beberapa bekas pabrik minyak kelapa seperti Naga Bulan, PMBW, serta sisa-sisa rel masih bisa ditelusuri sampai ke Pantai Boom.
Pelaksana Harian Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Anwar Yuli Prastyo menegaskan, bekas jalur kereta api lintas nonaktif dari Stasiun Rogojampi ke Benculuk, asetnya baik yang berupa tanah atau pun bangunan, semua masih dalam pengelolaan PT KAI.
”Bilamana dibutuhkan sewaktu-waktu, maka jalur tersebut bisa kembali diaktifkan. Contohnya, seperti halnya Stasiun Garut di Jawa Barat, setelah lebih dari 30 tahun nonaktif, kemudian diaktifkan kembali oleh pemerintah,” tandas Anwar. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin