Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Batik Banyuwangi Kian Berkembang, Ada Motif Ijen Geopark, Alas Purwo hingga Minapolitan Muncar

Dedy Jumhardiyanto • Minggu, 8 Oktober 2023 | 22:15 WIB
KREASI BARU: Motif batik dengan gambar kapal slerek dan situasi Pelabuhan Muncar, Banyuwangi.
KREASI BARU: Motif batik dengan gambar kapal slerek dan situasi Pelabuhan Muncar, Banyuwangi.

JAWA POS RADAR BANYUWANGI – Banyuwangi punya satu lagi koleksi motif batik khas. Tema dengan kearifan lokal terkini adalah motif yang mengadopsi Ijen Geopark.

Pencipta batik motif Ijen Goepark adalah Dedy Wahyu Hernanda, 30, warga Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, yang kini tinggal di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Dia mulai membidik batik dengan konsep Ijen Geopark.

”Kebetulan saya menjadi tim Ijen Geopark Banyuwangi. Upaya ini dilakukan sebagai wujud konkret ungkapan syukur, serta menyongsong keberhasilan Ijen Geopark memenuhi kriteria keanggotaan UNESCO Global Geopark (UGG),” ungkap Dedy.

Batik motif Ijen Geopark ini diciptakan saat ada gelaran kompetisi selancar paling bergengsi dunia, World Surfing League (WSL) tahun 2022 lalu.

Momentum itu dimanfaatkan dengan menciptakan karya seni batik bertema Alas Purwo dan Muncar.

Kala itu, agenda ini bisa mendongkrak sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Batik motif Ijen Geiopark Kesuwur Alas Kawitan Purwo made in perajin batik Banyuwangi.
Batik motif Ijen Geiopark Kesuwur Alas Kawitan Purwo made in perajin batik Banyuwangi.

Dedy menciptakan dua motif batik baru, yakni Kesuwur Alas Kawitan dan Geo Minapolitan Muncar. Motif itu sengaja disiapkan untuk menyambut ajang surfing internasional.

 ”Keberadaan event, apalagi tingkat internasional akan memberikan efek berganda. Karena itu, saya harus bisa membaca peluang. Nah, momentum ini saya terjemahkan dalam sebuah karya batik,” jelasnya

Kedua motif batik ini diciptakan beberapa bulan sebelum ajang WSL digelar. Harapannya, kain batik itu bisa menjadi salah satu buah tangan bagi peserta atau pun mereka yang datang menyaksikan langsung liga surfing dunia itu.

Dedy bercerita, motif batik Kesuwur Alas Kawitan memaknai pesona luar biasa dari Taman Nasional Alas Purwo.

Baca Juga: Terdakwa Penipuan Rp 7 M Menangis di Depan Hakim PN Situbondo, Minta Maaf Kepada Korban Penggelapan

Di sisi lain, Alas Purwo menjadi bagian dari situs Geopark Ijen terlengkap. Sedangkan situs biologi diwakili dengan keberadaan hutan bambu pada zona inti.

Ditemukan paling tidak 10 jenis bambu, ada juga satwa merak hijau dan banteng jawa di Alas Purwo. Dalam motif ini juga terdapat objek peselancar yang sedang menikmati ombak di Pantai Plengkung.

Sementara itu, terkait motif Geo Minapolitan Muncar, Dedy mengabadikan Teluk Pangpang yang ditetapkan sebagai ekosistem esensial di Indonesia.

Kawasan ini merupakan area penahan abrasi dan gelombang tsunami yang mungkin muncul.

”Ada pula objek dalam batik yang menggambarkan aktivitas perikanan tangkap (simbol perahu jenis slerek),” tandasnya. (ddy/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Motif #minapolitan #Ijen Geopark #umkm #karya seni #batik #alas purwo #banyuwangi #muncar