RadarBanyuwangi.id – Jenis layang-layang yang paling banyak dijumpai adalah layangan bandetan. Bentuknya simpel, peruntukannya sebagai layang-layang aduan.
Bagi orang dewasa, melihat permainan layang-layang jenis ini akan membawa dirinya bernostalgia ke masa kecilnya.
Teringat saat mencoba membuat layang-layang sendiri, hingga mengejar layang yang talinya putus.
Cukup membahagiakan mengingat masa tersebut. Salah satu jenis layang-layang yang masih sering ditemui adalah layang-layang bandetan atau aduan.
Ya, mendengar kata aduan pasti sudah terbayang bentuk layang yang dimaksud.
Sugiono, 38, warga Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi ini memiliki keterampilan untuk membuat layang-layang aduan.
Tidak terlalu sulit bagi dia untuk membuat layangan satu ini. Cukup mencari titik paling imbang untuk membuat lengan kanan dan kiri layang-layang.
”Layangan bandetan atau aduan ini berbentuk seperti ketupat yang simpel dan ukurannya tidak terlalu besar,” ujar bapak dua anak itu.
Sugiono mengungkapkan, masih banyak anak sekolah di daerah rumahnya yang bermain layang-layang.
Bahkan, anak-anak tersebut cukup lihai membuat layang-layang aduan tersebut.
Dulu kerangka layangan bandetan biasanya dibuat secara manual, yakni diraut menggunakan pisau.
Namun kini sudah ada mesin pembuat kerangka layangan. Potongan bambu tinggal dimasukkan ke dalam lubang, nantinya mesin akan meraut bambu dengan ketebalan sesuai kebutuhan kerangka layangan. (rei/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin