Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PKBR Pernah Jadi Pabrik Kertas Ternama, Sayang Data Produksi Kertas di Banyuwangi Sulit Dicari

Gareta Yoga Eka Wardani • Minggu, 27 Agustus 2023 | 17:30 WIB
Pabrik Kertas Basuki Rahmat Banyuwangi pernah menjadi memimpin pasar industri kertas di Indonesia. Kini, pabrik ini sudah lama tutup dan disita negara.
Pabrik Kertas Basuki Rahmat Banyuwangi pernah menjadi memimpin pasar industri kertas di Indonesia. Kini, pabrik ini sudah lama tutup dan disita negara.

RadarBanyuwangi.id – Industri kertas pernah berjaya di Bumi Blambangan. Namun, tidak mudah untuk mencari data terkait seberapa besar produksi kertas Banyuwangi saat itu.

Cara mudah mencari data saat ini adalah dengan berselancar melalui internet. Ada banyak mesin pencarian data di internet.

Namun, untuk menemukan data produksi kertas yang pernah diproduksi di Bumi Blambangan, ternyata tidak mudah. Hasil berselancar di dunia maya rupanya belum optimal.

Karena itu, tim Jawa Pos Radar Banyuwangi mencoba mencari dari sumber aslinya. Lantaran Pabrik Kertas Basuki Rachmat sudah lama tutup, tidak memungkinkan mencari data produksi kertas di sana.

Akhirnya, pencarian data dilanjutkan ke instansi terkait. Kali ini, pencarian data dilakukan ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi.

Namun sayang, data produksi kertas di Bumi Blambangan di masa lalu tidak tercatat di instansi ini.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi Sulistyowati mengatakan, di Banyuwangi memang pernah ada pabrik kertas. Industri kertas tersebut dikenal dengan nama Pabrik Kertas Basuki Rachmat (PKBR).

Namun, pabrik kertas satu-satunya di Banyuwangi tersebut telah gulung tikar sejak puluhan tahun lalu.

”Dulu ada industri Pabrik Kertas Basuki Rachmat, yang sekarang sudah tutup. Beroperasinya sudah sangat lama. Sebab, sebelum saya lahir, pabrik tersebut sudah beroperasi,” ujar Sulistyowati.

Sementara itu dari sisi perdagangan, data sektor perdagangan kertas juga tidak tercatat di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi.

Ini lantaran pabrik kertas di Banyuwangi itu sudah sangat lama tidak beroperasi.

Oleh karena tu, omzet dari penjualan kertas PKBR tersebut tidak tercatat di Diskop-UMP.

”Kami tidak mengetahui informasi detail terkait omzet dari PKBR yang dulu pernah beroperasi di Banyuwangi,” ujar Kepala Diskop-UMP Banyuwangi Nanin Oktaviantie. (rei/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kertas #Basuki #pabrik kertas #tutup #industri #pabrik #internet