RadarBanyuwangi.id – Jenis perlombaan Agustusan yang digemari dan banyak diikuti anak-anak salah satunya yaitu lomba balap kelereng. Selain mudah, lomba ini ternyata bisa mengasah kemampuan kognitif dan keseimbangan tubuh.
Lomba balap kelereng adalah jenis permainan tradisional yang paling digemari. Dalam lomba balap kelereng ini, peserta lomba harus berlari sambil membawa kelereng. Sementara itu, kelereng ditaruh dalam sendok yang gagangnya digigit dengan mulut.
Jika berlari kencang, maka kelereng akan mudah jatuh. ”Kalau kelereng jatuh tiga kali, maka peserta tidak boleh melanjutkan permainan. Karena peserta yang tercepat sampai ke garis finis dan kelereng tidak pernah jatuh yang jadi pemenang,” jelas Prayudi, seorang panitia lomba Agustusan di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Lomba balap kelereng tersebut ternyata juga dapat dijadikan sebagai permainan yang bersifat rekreatif, edukatif, dan kompetitif.
Lomba lari kelereng ini bisa membantu untuk merangsang pertumbuhan otak dan keseimbangan tubuh yang lebih maksimal. Sebab, hal ini membutuhkan koordinasi gerakan tangan, mulut yang menggigit sendok, dan kaki yang mengikuti gerakan tersebut.
Selain itu, permainan kelereng ini juga dinilai akan mampu meningkatkan kemampuan kognitif. ”Secara umum, bermain kelereng dapat melatih konsentrasi, meningkatkan kemampuan dalam mengatasi sebuah permasalahan,” jelas Prayudi.
Permainan balap kelereng ini juga dapat melatih anak meningkatkan kemampuan dalam perkembangan sosial, meningkatkan perkembangan kepribadian, serta memupuk perkembangan emosi.
”Yang terpenting, anak juga diajarkan nilai-nilai kejujuran dan sportivitas dalam berlomba,” tandas Prayudi. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin