Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lomba Panjat Pinang Warisan Zaman Belanda yang Masih Menyimpan Beribu Cerita

Dedy Jumhardiyanto • Minggu, 6 Agustus 2023 | 23:30 WIB
KEBERSAMAAN: Pasukan TNI AL bersama anggota Marinir AS mengikuti lomba panjat pinang Agustusan tahun 2019 silam.
KEBERSAMAAN: Pasukan TNI AL bersama anggota Marinir AS mengikuti lomba panjat pinang Agustusan tahun 2019 silam.

RadarBanyuwangi.id – Lomba panjat pinang adalah salah satu cabang perlombaan yang ramai dimainkan saat perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun siapa sangka, permainan khas Agustusan ini ternyata lahir dari warisan Belanda.

Seperti namanya, panjat pinang merupakan lomba memanjat sebilah batang pohon pinang. Di atasnya diikat berbagai hadiah yang menyilaukan mata mulai dari kaus, peralatan dapur, hingga sepeda pancal.

Permainan ini hingga sekarang masih dianggap sangat seru. Sebelum dipanjat oleh peserta, bilah pohon biasanya dilumuri dengan cairan pelicin seperti oli.

Peserta yang jatuh berkali-kali karena licinnya bilah pohon pinang tak pelak memancing gelak tawa siapa pun yang menonton lomba tersebut.

Namun, siapa sangka bahwa panjat pinang ternyata lahir dari warisan Belanda. Eksistensi panjat pinang sudah populer sejak puluhan tahun lalu, yang dulu dijadikan sebagai hiburan di berbagai pesta dan acara orang Belanda.

Warga pribumi berlomba-lomba dan terjatuh-jatuh, hal itulah yang dijadikan tontonan menarik sekaligus hiburan bagi para meneer Belanda. D

i balik semua itu, semangat perjuangan yang terkandung dalam lomba panjat pinang tersebut masih menjadi perjuangan nilai-nilai semangat juang untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Cara bermain dan aturan lomba panjat pinang ini sangatlah mudah. Kekompakan para peserta menjadi kunci kesuksesan permainan ini.

Sebab, tiap anggota tim harus bergotong royong saling bahu-membahu agar mereka sukses mencapai puncak dan meraup hadiah.

Selain itu, panjat pinang adalah salah satu cabang perlombaan beregu. Karena itu, dibutuhkan setidaknya empat hingga 11 orang dalam satu tim.

”Peserta biasanya tidak diperkenankan mengenakan baju dan diharuskan untuk bertelanjang dada. Karena badan akan menempel di batang pohon pinang,” ujar Putra, panitia lomba Agustusan di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Peserta hanya diperbolehkan mengenakan celana pendek, dan tidak mengenakan sabuk. Hal ini untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

”Saat lomba harus mengenakan celana dalam. Kadang ada celana pendek yang melorot saat dipanjat teman satu grupnya,” ujar Putra terkekeh-kekeh.

Para peserta juga tidak diperkenankan mengenakan alas kaki saat perlombaan berlangsung. Sebab alas kaki dapat membahayakan tim peserta lain.

”Yang terpenting, jika sudah sampai puncak dapat hadiah. Masing-masing tim harus sepakat untuk membagi rata hadiah yang diperoleh,” tandas Putra. (ddy/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#hut ri #lomba panjat pinang #agustusan #belanda #kemerdekaan