Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sering Bikin Macet Jalan dan Ganggu Pengendara, Lomba Gerak Jalan Tradisional Diganti Kreasi Baris Berbaris

Gareta Yoga Eka Wardani • Minggu, 6 Agustus 2023 | 21:30 WIB
RUTE LUAR KOTA: Suasana lomba gerak tradisional Agustusan beregu 45 km yang dihelat sebelum pandemi pada tahun 2019 silam.
RUTE LUAR KOTA: Suasana lomba gerak tradisional Agustusan beregu 45 km yang dihelat sebelum pandemi pada tahun 2019 silam.

RadarBanyuwangi.id – Lomba gerak jalan tradisional beregu dihapus tahun ini. Sebagai gantinya, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB).

LKBB akan digelar di dalam ruangan (indoor), yakni di GOR Tawangalun Banyuwangi pada 4–5 September 2023 mendatang.

Kepala Dispora Banyuwangi Abdul Aziz Hamidi mengakui, gerak jalan tradisional tidak digelar pada Agustusan tahun ini. 

Menurut Aziz, pelaksanaan LKBB sebagai bentuk respons Pemkab Banyuwangi terhadap keluhan masyarakat saat melewati jalan raya. Apalagi, kondisi jalan raya saat ini tidak sama dengan kondisi jalan raya beberapa tahun silam.

Jumlah kendaraan semakin tahun semakin banyak. Pengguna jalan juga semakin meningkat. Selain itu, arus distribusi barang dan jasa sangat bergantung dengan kelancaran jalan raya. 

Sejauh ini, kata Aziz, pihaknya kerap mendapat laporan terkait pelaksanaan gerak jalan yang mengganggu arus lalu lintas.

Faktor keamanan tentu menjadi pertimbangan utama. Selain itu, faktor ketertiban masyarakat juga ikut menjadi pertimbangan ditiadakan gerak jalan 45 kilometer (km).

Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya gerak jalan tradisional Agustusan ditiadakan tahun ini. ”Yang gerak jalan 45 km untuk putra ditiadakan.

Juga untuk gerak jalan 17 km kategori putri juga ditiadakan. Yang masih tetap digelar adalah gerak jalan 8 km untuk pelajar SD/MI sederajat,” tutur Aziz.

DALAM KOTA: Lomba gerak jalan beregu rute 8 km untuk kategori pelajar SD/MI masih tetap ada tahun ini.
DALAM KOTA: Lomba gerak jalan beregu rute 8 km untuk kategori pelajar SD/MI masih tetap ada tahun ini.

Menurut Aziz, gerak jalan SD relatif masih bisa dikendalikan. Selain jaraknya pendek, rute yang dilewati adalah kawasan dalam kota. Sehingga, tidak mengganggu alur distribusi barang dan jasa. ”Relatif lebih terkendali,” ujarnya.

Meski begitu, imbuh Aziz, peringatan Agustusan dengan ide utama baris-berbaris tetap bisa dilaksanakan.

Namun, model lomba baris berbaris yang digelar sedikit berbeda dan lebih aman, yakni Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) dengan tema Make Your Character. ”Ini bagus untuk pembentukan karakter siswa,” katanya.

Menurut Aziz, kegiatan LKBB tidak mengurangi esensi momen Agustusan yang biasanya diwarnai dengan lomba gerak jalan. LKBB sarat dengan nilai-nilai disiplin, kekompakan, ketahanan, toleransi, serta membina sikap patriotisme di kalangan pelajar.

Untuk kategori LKBB dibagi menjadi empat kelompok. Yang pertama, kelompok putra atas yang pesertanya pelajar SMA, SMK, dan MA. Yang kedua, kelompok putri atas.

Yang ketiga, kategori menengah putra yang pesertanya dari kalangan pelajar SMP, MTs sederajat. Yang terakhir, kelas menengah putri.

Sekolah boleh mendaftarkan lebih dari satu regu. Pendaftaran bisa dilayani di Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jalan Brawijaya 77 Banyuwangi.

Untuk wilayah Banyuwangi Selatan, bisa mendaftar di kantor Biro Jawa Pos Radar Genteng di Ruko Madania Genteng. ”Total hadiah disediakan Rp 40 juta,’’ pungkas Aziz. (rei/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#baris berbaris #hut ri #agustusan #dispora #GOR Tawangalun #Lomba #gerak jalan #kemerdekaan