RadarBanyuwangi.id – Raket sebagai alat utama dalam permainan bulu tangkis (badminton), kini umumnya terbuat dari bahan serat karbon. Selain sangat kuat, bahan carbon-fiber ini juga sangat ringan.
Sebagai alat untuk memukul shuttlecock, keberadaan raket sangat penting. Dari segi bahan, yang paling populer untuk raket bulu tangkis yaitu carbon atau serat karbon (zat arang).
Raket yang berbahan karbon memiliki banyak keunggulan. Karena sudah bisa diproduksi massal, harga raket serat karbon pun lebih terjangkau. Keunggulan lainnya, raket berbahan karbon ini memiliki kekuatan yang lebih tinggi.
”Namun, raket berbahan karbon tersebut biasanya justru akan lebih berat dari raket berbahan lain. Harganya bisa dibilang cukup terjangkau, biasanya di atas Rp 100 ribu. Tapi tentunya ada yang lebih mahal harganya mencapai jutaan rupiah,” ujar Martono, 40, penjaga arena bermain badminton di Banyuwangi.
Sementara itu, serat karbon lebih dulu dipakai dalam teknologi otomotif. Dalam dunia balap, bodi mobil yang biasanya terbuat dari metal (besi dan sejenisnya), dirasa terlalu berat untuk balapan. Karena itu, bodi mobil untuk balapan pun diganti dengan bahan serat karbon. Ini karena material serat karbon sangat ringan, tapi kuat.
Selain bagus untuk bobot kendaraan saat balapan, tentunya tetap bisa melindungi pembalapnya. Bahkan, beberapa supercar yang diproduksi untuk konsumen umum pun ada yang menggunakan bodi serat karbon. Contohnya mobil bermesin besar buatan Italia seperti Lamborghini.
Nah, bahan serat karbon yang ringan dan kuat pun diaplikasikan untuk produksi raket. Bahan karbon mampu menahan tekanan maupun tarikan senar hingga di atas 30 psi.
Meski begitu, material serat karbon tetap saja ada kelemahannya. Jika raket logam (aluminium atau besi) mengalami benturan, maka raket akan penyok, bengkok, dan bisa juga patah. Berbeda dengan raket serat karbon, saat benturan sangat keras, tidak akan bengkok atau penyok, tetapi langsung retak atau patah. (tar/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin