Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dekorasi Gate atau Gerbang Jadi Pengantar Menuju Ruang Utama Acara

Dedy Jumhardiyanto • Minggu, 25 Juni 2023 | 18:35 WIB
KHAS: Warga suku Oseng Banyuwangi biasanya memasang gerbang unik pada tenda pesta pernikahan berupa sepasang pohon pisang lengkap dengan buahnya. Juga ada anyaman janur hijau di bagian tengah.
KHAS: Warga suku Oseng Banyuwangi biasanya memasang gerbang unik pada tenda pesta pernikahan berupa sepasang pohon pisang lengkap dengan buahnya. Juga ada anyaman janur hijau di bagian tengah.

RadarBanyuwangi.id – Selain dapat mempermudah mendata tamu, keberadaan gate (pintu gerbang) dalam acara pesta pernikahan akan memberi kesan tersendiri.

Gerbang ini biasanya digunakan untuk para penerima tamu. Meski hanya sebuah lorong, gerbang menjadi elemen penting dalam acara hajatan pernikahan maupun khitanan. Pintu gerbang biasanya dihiasi dengan bunga, pita, atau elemen lain.

”Namun tetap harus sesuaikan dengan tema dekorasi pernikahan yang ada, tidak sembarangan menghias,” ungkap Lucky Andhika, pemilik wedding organizer yang tinggal di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Beda lagi dengan pesta hajatan masyarakat suku Oseng Banyuwangi. Mereka selalu memadukan elemen yang dekat dengan alam. Biasanya, warga memasang sepasang pohon pisang yang lengkap mulai batang, daun, hingga buahnya. Pohon pisang ini dipasang di sisi kiri dan kanan. Kemudian di sisi tengahnya, biasanya dipasang anyaman janur yang sudah berwarna hijau.

”Buah pisang itu bisa dimakan oleh tamu. Sehingga berfungsi ganda. Jadi gerbang sekaligus suguhan,” ujar S. Hariyadi, warga Perumahan Villa Bukit Mas, Kelurahan/Kecamatan Giri, Banyuwangi.

Sementara itu, gerbang pintu masuk biasanya juga sebagai penanda atau penunjuk bagi tamu yang datang. Bahwa pintu masuk menuju acara di titik tersebut. Sehingga, tamu undangan yang datang dari segala arah bisa langsung tertuju pada gate tersebut. ”Kalau tidak ada gate dan tidak dihiasi, tamu biasanya akan bingung dan masuk dari berbagai arah, tidak terfokus,” jelas Andhika.

Selain dapat mempermudah mendata tamu yang datang, gate pintu gerbang ini juga dapat memberi kesan rapi dalam acara. Pintu masuk tidak harus berupa pintu. Bisa membuat gerbang sederhana, lorong yang dipenuhi tanaman gantung atau lampu kecil LED atau, dengan dua vas bunga yang besar. ”Intinya jangan biarkan pintu masuk ke aula pernikahan atau tenda utama ini terlihat biasa saja,” ujar Andhika.

Setelah melewati gate pintu masuk, kemudian ada semacam lorong. Sebenarnya lorong ini juga opsional. Tetapi dengan adanya lorong, tentu ini akan menambah nilai estetika dekorasi acara. ”Apalagi jika menghiasnya dengan karpet merah dan taburan kelopak bunga yang menebarkan aroma wangi bunga, akan menambah kesan eksotis,” terang Andhika.

Jika kesulitan untuk membuat atau menciptakan lorong, bisa juga menggantinya dengan mengatur beberapa pot bunga secara rapi hingga membuat sebuah jalan menuju ke aula tempat acara. ”Bisa juga dengan memberikan sentuhan manis berupa lampu-lampu kecil atau bisa memanfaatkan lampu taman. Selain itu, kita juga bisa membuat lorong dengan menata bangku agar terlihat lebih rapi dan tertata,” tandas Andhika. (ddy/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Janur #Gerbang #pernikahan #khitanan #pesta #GAte