RadarBanyuwangi.id – Ada banyak macam ornamen untuk dekorasi. Namun siapa sangka, buah dan sayuran ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai material dekorasi ruangan.
Penggunaan buah dan sayuran sebagai bahan dekorasi ruangan memang kurang lazim. Tetapi, penggunaan sayur serta ubi-ubian cukup sering dijumpai di Bumi Blambangan. Seperti kegiatan-kegiatan yang digagas oleh Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi.
Selama ini, dinas tersebut sering menggelar acara yang terkait dengan hasil pertanian. Misalnya, Festival Pangan Non-Beras, Jagoan Tani, serta kegiatan-kegiatan lainnya. Jika memungkinkan dan ada kesesuaian dengan tema kegiatan, dekorasi pun menyesuaikan. Maka, buah dan aneka sayuran bisa dimanfaatkan sebagai material dekorasi acara.
Sementara itu, meski jarang ada, nyatanya saat ini ornamen sayur dan buah masih dipakai untuk kebutuhan acara tertentu. Tidak terkecuali untuk pelengkap kegiatan ritual adat. Bahkan, ada juga penggunaan dekorasi buah dan sayur untuk acara hajatan pernikahan.
Sayangnya, masyarakat umumnya lebih memilih ornamen dekorasi yang lazim yakni berbahan dasar bunga. Jika ada beberapa buah atau sayuran yang digunakan untuk dekorasi, biasanya hanya digunakan untuk pelengkap acara.
”Kalau di Banyuwangi dekorasi buah dan sayur biasanya diletakkan depan terob sebelum para tamu masuk. Biasanya ada buah pisang, singkong, dan tomat. Itu biasanya jika acara pernikahan berlangsung di daerah pedesaan yang kental akan tradisi lokal,” ujar Erwin Wasisto, pemilik dekorasi pernikahan di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. (tar/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin