Jenis kostum yang paling mudah dibedakan adalah rompi. Ini karena baju tersebut tidak memiliki lengan. Sehingga lebih mudah dilepas dan dipakai, juga lebih tampak mencolok saat di kerumunan atau di lapangan.
Pada awalnya, rompi digunakan sebagai pakaian luar dalam acara formal yang digunakan oleh kaum pria. Namun saat ini, rompi tidak hanya digunakan oleh pria pada acara formal. Rompi pada akhirnya juga dikenakan oleh kaum perempuan.
Banyak sekali jenis rompi yang dapat digunakan dan dibedakan melalui berbagai bahan dan jenisnya. Banyak pekerjaan maupun profesi, terutama bagi mereka yang bekerja di lapangan mengenakan rompi sebagai identitas. Tidak terkecuali kalangan jurnalis alias wartawan.
General Manager Jawa Pos Radar Banyuwangi Bayu Saksono mengakui, saat bertugas sebagai wartawan di lapangan, dirinya kerap mengenakan rompi. Apalagi ketika menjalankan tugas peliputan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
”Ya, kalau dulu masih di tugas lapangan, saya sering pakai rompi. Terutama saat meliput pertandingan sepak bola, meliput konser musik, meliput demo, hingga peliputan konflik yang berisiko tinggi. Dengan menggunakan rompi wartawan, saat terjadi bentrokan fisik, kami lebih aman. Karena pihak-pihak yang bentrok biasanya paham kalau kami hanya bertugas menjalankan kegiatan jurnalistik,’’ jelasnya.
Bayu mengakui, saat bertugas mengenakan rompi wartawan tersebut, dirinya membawa beberapa peralatan. Mulai dari block note, pulpen, alat perekam suara, kamera, lampu blitz, baterai, telepon seluler, sampai bekal dan minum. Semua peralatan itu muat dalam sebuah rompi wartawan.
Rompi tersebut biasanya juga dilengkapi dengan identitas nama wartawan, nama media, serta ada big-sign berupa tulisan ”jurnalis” atau tulisan ”wartawan” di bagian belakang rompi. ”Kalau era sekarang sih, mungkin tidak perlu rompi seperti itu. Cukup bawa smartphone yang bagus, itu sudah mumpuni menurut saya,’’ tutur Bayu.
Salah satu wartawan Banyuwangi, Hermawan Arifianto mengatakan, fungsi utama rompi wartawan tidak lain untuk tanda pengenal. Namun, saat ini lebih banyak yang menggunakan ID card atau seragam. ”Tapi yang pakai rompi tetap ada. Zaman dulu identitasnya wartawan pakai rompi dan ada logo dari masing-masing nama medianya,” ujarnya.
Hermawan mengungkapkan, sebelum masuk era canggih ini, rompi wartawan memiliki sejumlah fungsi. Selain untuk tanda pengenal, baju luaran tersebut digunakan untuk membawa beberapa keperluan untuk peliputan seperti bolpoin, buku catatan, dan sebagainya. ”Dulu jarang wartawan bawa tas. Ya isi rompi itu saja, beberapa item penting,” tandasnya. (tar/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono