Salah satu bagian yang menjadi ikon dalam Ruang Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi adalah pintu masuk. Pintu yang tampak begitu megah dan menjulang tinggi ke atas ini adalah gerbang utama para tokoh maupun wakil rakyat serta pejabat daerah untuk memulai rapat penting. Sebab, ruang tersebut dipakai untuk membahas program kerja, laporan kinerja selama masa pemerintahan, hingga kegiatan pelantikan kepala daerah.
Pintu yang memiliki tinggi sekitar tiga meter ini telah dipasang sejak tahun 2017. Pintu ruang rapat paripurna itu terbuat dari bahan kayu. Yang menarik, jenis pintu ini didesain dengan model kupu tarung. Ada dua pintu dalam satu gate. Selain itu, pintu berukuran jumbo ini memiliki ornamen ukiran indah beberapa motif batik khas Bumi Blambangan.
Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Protokol kantor Sekretariat DPRD Banyuwangi Imam Basuki mengungkapkan, ruang rapat paripurna merupakan ruangan khusus untuk kegiatan penting. Oleh karena itu, pintu yang dipasang di ruang tersebut pun harus yang spesial dibanding yang lain.
”Memang ruangan paripurna itu lebih spesial sehingga dibuat lebih bagus dan megah. Karena ruang rapat paripurna digunakan untuk kegiatan penting dan tidak bisa digunakan asal-asalan” ujar bapak tiga anak itu.
Menurut Imam, material serta proses pembuatan pintu yang digunakan di ruang rapat paripurna itu murni berasal dari material lokal Bumi Blambangan. Ini sebagai bentuk kearifan lokal dan menunjukkan hasil karya masyarakat Banyuwangi.
Sementara itu, perawatan pintu kayu berukuran tidak lazim itu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Pihak Sekretariat DPRD Banyuwangi hanya perlu membersihkan pintu itu ketika hendak ada acara di ruang tersebut.
Terhitung sudah beberapa tahun pintu ruang rapat paripurna tidak mendapat ”sentuhan” perbaikan. ”Sudah beberapa tahun tidak mengalami perbaikan cuma dibersihkan saja. Khususnya menjelang rapat paripurna,” pungkas Imam. (rei/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono