Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ikan Air Tawar Lebih Disukai Dijual dalam Kondisi Hidup

Rahman Bayu Saksono • Senin, 17 April 2023 | 17:35 WIB
PENGHASIL CUAN: Kolam yang dipenuhi ikan konsumsi di wilayah Kecamatan Kabat, Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PENGHASIL CUAN: Kolam yang dipenuhi ikan konsumsi di wilayah Kecamatan Kabat, Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Ikan air tawar beda dengan ikan laut. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Khusus ikan air tawar, biasanya dijual dalam kondisi hidup. Tentu saja, dagingnya lebih segar daripada ikan yang sudah diawetkan.

Sudah tidak perlu diragukan lagi, ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik bagi tubuh. Selain dari lautan, perairan air tawar juga menghasilkan ikan yang tak kalah lezat sebagai santapan sehari-hari.

Konsumsi ikan air tawar di Banyuwangi tergolong rendah dibanding ikan laut. Betapa tidak, letak geografis Banyuwangi dengan panjang garis pantai yang mencapai 175,8 kilometer menjadi salah satu kawasan penghasil ikan laut terbesar di Indonesia.

Apalagi, Banyuwangi juga memiliki Muncar sebagai salah satu pelabuhan ikan laut terbesar di Indonesia. Tak dimungkiri jika ikan laut sangat berlimpah di pasaran dengan harga yang relatif murah dan terjangkau.

Sentra kuliner ikan laut juga dapat dengan mudah dijumpai di Banyuwangi. Sebut saja Pantai Blimbingsari. Kawasan pantai itu menjajakan berbagai jenis olahan ikan yang ditangkap para nelayan setempat. Belum lagi kawasan sentra kuliner lainnya yang menyediakan ikan laut sebagai bahan dasar olahan menu kulinernya.

Sebaliknya, jarang sekali ditemukan restoran atau kawasan yang menyajikan menu ikan tawar sebagai sajian andalan. Meskipun ikan air tawar beragam jenisnya dan mudah dibudidayakan dengan harga yang juga lebih murah dan terjangkau.

Ikan laut dan ikan tawar memiliki kelebihan masing-masing. Dari segi rasa, ikan air laut cenderung lebih gurih karena pengaruh garam atau sodium di laut, meski sebenarnya tubuh ikan laut tak menyerap sodium.

”Kalau dari durinya, ikan air laut lebih tebal dan besar namun jarang. Sehingga, tak terlalu mengganggu saat dikonsumsi,” ungkap Riva Nur Azizah, ibu rumah tangga penghobi kuliner asal Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Untuk harga, ikan laut cenderung lebih mahal karena dibeli dari nelayan yang memancing atau menjaring ikan di laut. Beda dengan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

Dari sisi pengolahannya, ikan air tawar membutuhkan banyak bumbu agar rasa dagingnya gurih dan lezat. Jika tidak, dagingnya akan terasa seperti tanah atau berbau lumpur. Karena hidup di arus tenang, duri ikan air tawar cenderung kecil dan banyak sehingga cukup merepotkan saat dikonsumsi.

Namun, kata Azizah, ikan air tawar lebih segar jika dibanding ikan air laut. Saat dijual di pasaran, ikan air laut dijual sudah dalam kondisi mati. Sementara ikan air tawar dijual dalam kondisi masih hidup. Jika dijual dalam kondisi mati, ikan harus disimpan di lemari pendingin atau diberi obat agar tak cepat busuk.

Tentunya, ikan yang dijual dalam kondisi mati tingkat kesegarannya berkurang. ”Beda dengan air tawar yang dijual masih dalam kondisi masih hidup dan dimatikan saat hendak dimasak, maka kualitas ikannya akan lebih fresh,” tandasnya. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#ikan #Kuliner #air tawar #pangan