Mujair atau yang memiliki nama latin Oreochromis mossambicus adalah sejenis ikan nila yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang tidak terlalu amis, harga ikan mujair yang relatif terjangkau juga membuatnya digemari.
Meski dinilai sejenis dengan ikan nila, namun ikan berukuran sedang tersebut memiliki perbedaan yang cukup spesifik. Di antaranya yaitu panjang total maksimum yang dapat dicapai ikan mujair adalah sekitar 40 cm.
Bentuk badannya pipih dengan warna hitam, keabu-abuan, kecokelatan, atau kuning. Sirip punggungnya atau dorsal memiliki 15–17 duri tajam dan 10 sampai 13 jari-jari duri berujung lunak, serta sirip dubur dengan 3 duri dan 9–12 jari-jari.
Banyak sekali manfaat yang ada di dalam kandungan ikan mujair. Sebagai sumber protein, bermanfaat untuk membangun dan memperkuat massa otot tubuh. Protein ini juga bermanfaat untuk menjaga kadar kolesterol, membantu mengontrol gula darah, serta memperkuat sistem imun.
Pedagang ikan pasar Banyuwangi, Sri Wahyuni mengaku, terkadang masyarakat masih sering keliru membedakan ikan mujair dan nila. Namun, ada sedikit perbedaan pada bentuk dan corak tubuh, sirip dan mulut, serta ekor dari kedua ikan tersebut. ”Untuk rasa mungkin sama-sama enak, tapi masyarakat cenderung lebih menggandrungi ikan nila,” ujarnya. (tar/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono